Close

40 Pasien Sembuh, Tujuh Kelurahan sudah Bebas Covid-19

40 Pasien Sembuh, Tujuh Kelurahan sudah Bebas Covid-19

AIAPACAH, METRO
Jumlah kasus Covid-19 di Kota Padang terus mengalami kenaikan. Hingga Minggu (10/5), ada penambahan 11 kasus, sehingga total positif Covid-19 di Padang mencapai 177 kasus. Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh mencapai 40 orang. Kemudian, tujuh kelurahan sudah bebas kasus Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, 11 kasus tambahan kemarin yaitu Jati Baru (1 kasus), Kubu Dalam Parak Karakah (2 kasus), Balai Gadang (2 kasus). Selanjutnya, Bungo Pasang (1), Kuranji (1), Pasar Ambacang (1), Pagambiran (1), Mata Air (1) dan Pasa Gadang (1 kasus).

“Banyaknya yang positif karena proses tracking yang cepat. Dengan begini, pemutusan mata rantai bisa segera dilakukan,” ujar Feri Mulyani.

Padang Timur masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Padang yaitu 39 kasus. Kemudian disusul Lubukbegalung (30 kasus), Kuranji (27 kasus), Kototangah (25 kasus), Padang Selatan (16 kasus), Pauh (14 kasus), Padang Utara (8 kasus), Padang Barat (8 kasus), Lubukkilangan (5), Nanggalo (4) dan Bungus Teluk Kabung (1).

Feri Mulyani menyebutkan, pasien yang sembuh pada Minggu (10/5) bertambah empat orang. Yaitu, di Sawahan (1), Ampang (1), Gurunlaweh (1) dan Indarung (1). Sedangkan kasus meninggal ada 14 orang, 60 negatif dan menunggu hasil 33 orang.

Sementara itu ungkapnya, juga ada tujuh kelurahan yang sudah bebas atau kasusnya sudah 0. Ini dikarenakan ada pasien yang sudah sembuh atau meninggal, sehingga tidak ada lagi kasus Covid-19. Yaitu, Jati, Parak Gadang Timur, Anduring, Korong Gadang, Tanjung Saba Pitameh, Indarung, dan Seberang Padang.

29 Mei Bebas Covid-19
Sementara itu, tak ingin terjadi penambahan warga positif virus corona, Pemko Padang memperbanyak sosialisasi ke tengah warganya. “Sosialisasi terus kita gencarkan agar warga paham dengan bahaya virus corona,” ungkap Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi menambahkan, pentingnya edukasi dan sosialisasi itu untuk memberi pemahaman kepada warga yang belum terjangkit virus corona, agar mereka paham akan bahaya virus tersebut. Sosialisasi yang diberikan ke tengah warga yakni pentingnya menggunakan masker saat ini. Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, serta meningkatkan imun tubuh.

“Sosialisasi jika dilakukan terus menerus akan membuat warga paham, karena itu kita tak henti-henti memberi pemahaman kepada warga, diharapkan warga mengikuti anjuran yang kita berikan,” harap Mahyeldi.

Ia mengungkapkan bahwa Pemko Padang berkomitmen memberantas virus corona. Komitmen ini tertuang dalam rencana aksi yang sudah disusun sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua dimulai.

“Sesuai rencana aksi kita, 29 Mei nanti Padang bebas Covid-19,” kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah beberapa waktu lalu.

Rencana aksi itu diantaranya terang Mahyeldi, memutus mata rantai di klaster yang ada di Padang. Terutama di Pasar Raya dan Pegambiran. Selain itu, Pemko Padang juga menurunkan pejabat di lingkup kerjanya ke masing-masing kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pemahaman, informasi dan edukasi kepada warga terkait bahaya Covid-19.

Tidak itu saja ungkap Mahyeldi, Pemko Padang juga menyiapkan tempat karantina bagi mereka yang ODP dan PDP. Memperkuat posko di perbatasan masuk Kota Padang, mewajibkan mengikuti protokol kesehatan di tempat umum dan keramaian, dan lainnya.

“Agar semua dapat terwujud, diperlukan niat, tekad, doa dan harapan, serta usaha kita bersama agar Padang terbebas dari Covid-19,” kata Mahyeldi.

Komitmen bersama di jajaran kerja Pemko Padang untuk memutus mata rantai Covid-19 pun disepakati saat rapat bersama di Balaikota Padang, Jumat (8/5). Seluruh kepala OPD yang hadir menyatakan setuju dan komit untuk memberantas virus corona hingga 29 Mei nanti. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top