Close

4 Tahun Berturut-turut Raih Kategori Nindya, 2022, Padang Bertekad Raih Penghargaan KLA Utama

Wali Kota Padang Hendri Septa.

AIEPACAH, METRO–P­emko Padang berte­kad meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada tahun 2022. Semangat itu muncul saat Wali Kota Padang Hendri Septa membuka Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) di lingkup Pem­ko Padang, Senin (27/9).

“Kota Padang sudah empat kali berturut-turut meraih penghargaan KLA kategori Nindya, saatnya kita menoleh ke kategori Utama,” kata Wako Hendri Septa di depan peserta pelatihan yang memenuhi ruang rapat Bagindo Aziz Chan, Kantor Balaikota Padang di Aiepacah.

Dikatakan Wako, agar penghargaan tersebut da­pat diraih di tahun depan, perlu dilakukan sejumlah persiapan. Termasuk pe­me­nuhan hak anak yang sebelum ini kurang optimal.

“Tentunya kita harus mampu memenuhi syarat untuk meraih kategori uta­ma,” ujar Hendri Septa.

Langkah yang tengah dilakukan Pemko Padang yakni menempatkan ruang untuk menyusui bagi anak di tiap kantor yang ada. Kemudian menyediakan tempat bermain bagi anak di ruang publik maupun tempat strategis lainnya. Termasuk rencana lain da­lam pemenuhan hak anak.

“Masih ada waktu un­tuk menyiapkan itu semua,” sebut Hendri Septa.

Wali Kota Hendri Septa juga menyambut baik ke­giatan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) selama dua hari di Balaikota Pa­dang. Menurutnya, lewat pelatihan tersebut akan muncul ide dan gagasan untuk meraih penghargaan KLA kategori utama.

“Melalui pelatihan ini saya harapkan tersusun dokumen rencana aksi da­erah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Pe­rem­puan Perlindungan Anak, Pengendalian Pen­du­duk dan Keluarga B­erencana (DP3AP2KB) Kota Padang Editiawarman menyebut bahwa pelatihan diikuti perwakilan dari selu­ruh OPD di Pemko Padang. Seluruh peserta mendapat pembekalan materi dari sejumlah narasumber.

“Persoalan anak sem­a­kin hari dinamis dan berat, karena itu perlu dilakukan pelatihan KHA bagi seluruh OPD,” katanya.

Editiawarman menga­takan, pelatihan ini sebagai bentuk penyamaan per­sepsi antar OPD yang ditin­daklanjuti dengan penyu­sunan dokumen rencana aksi daerah. Dokumen ini menjadi acuan rencana ke depan. “Kita harapkan se­te­lah ini semangat meraih penghargaan tertinggi da­pat tercapai,” pungkasnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top