Menu

4 Perusak Hutan Lindung TNKS Ditangkap di Kabupaten Solok Selatan, 300 Hektare Dirambah untuk Dijadikan Kebun

  Dibaca : 718 kali
4 Perusak Hutan Lindung TNKS Ditangkap di Kabupaten Solok Selatan, 300 Hektare Dirambah untuk Dijadikan Kebun
PERLIHATKAN BUKTI— Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono bersama Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu dan Kabid Wilayah II TNKS Sumbar Ahmad Darwis memperlihatkan barang bukti hasil penindakan perambahan hutan lindung TNKS.

PADANG, METRO–Nekat merambah hutan lindung yang masuk kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) untuk dijadikan lahan perkebunan, empat orang ditangkap tim gabungan di Jorong Pancuran Tujuah, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Empat orang yang diamankan yaitu Eriyanto (39) selaku pemodal, sedangkan Rahman (43), Suradi (36) dan Roni (21) sebagai pekerja. Penangkapan tersebut dilakukan tim gabungan dari Polda Sumbar, PPNS Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera II dan Balai Besar TNKS.

Direkur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono mengatakan, pihaknya melakukan penegakan hukum dan penangkapan terhadap empat orang yang melakukan perambahan hutan lindung TNKS di wilayah Kabupaten Solok Selatan dalam operasi yang digelar 3-5 Juni 2021.

“Modus operandi membuka lahan, bercocok tanam di sana di wilayah TNKS. Peralatan bermacam-macam yang digunakan untuk melakukan kegiatan. Mereka bercocok tanam dan menjalankan kegiatan secara perorangan, tidak untuk perusahaan, mereka penduduk asli di sana,” kata Kombes Pol Joko didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (15/6).

Menurut Kombes Pol Joko, dari pengungkapan ini, tim gabungan menyita tiga unit mesin gergaji rantai (chain saw) dan mesin semprot, delapan parang, satu unit mesin genset, dua unit sepeda motor, sampel bibit tanaman alpukat dan satu unit mesin pemotong rumput.

“Lokasi ini di jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan yang diresmikan Pemda Solok Selatan. Para pelaku disangkakan pasal 36 angka 19 ayat 2 Jo Pasal 36 angka 17 ayat 2 huruf a UU RI nomor 11 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda senilai Rp7,5 miliar,” tegas Kombes Pol Joko.

Dijelaskan Kombes Pol Joko, TNKS merupakan warisan dunia yang sudah tercatat di UNESCO dan harus dilindungi, dirawat dan terus diawasi dari oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Ketika ada pembalakan liar atau perusakan hutan tersebut, maka akan menjadi atensi dunia.

“Saat ini, para pelaku sudah ditahan dalam kasus pengrusakan hutan dilindungi tersebut. Ke depan, tentunya kita akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap hutan lindung TNKS. Jika ditemukan adanya aksi serupa, maka kita akan lakukan penegakan huku,” ungkapnya.

20 Ribu Hektare Dirambah Secara Sporadis

Sementara, Kabid Wilayah II TNKS Sumbar Ahmad Darwis mengatakan pelaku mengaku hanya membuka lahan di TNKS seluas 75 hektare. Namun, setelah dilihat dari citra satelit, ternyata yang sudah dirusak seluas 300 hektare yang sudah masuk zona rimba, yang artinya level teratas dari hutan dan harus dilindungi.

“Kami tidak langsung lakukan penindakan, namun sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan edukasi. Aksi ini sudah dua tahun mereka lakukan. Karena tidak juga menghentikan aksinya, maka kami tindak bersama Polda Sumbar,” ujarnya.

Menurut Ahmad Darwis, dari prakiraan sementara, sebanyak 20 ribu hektare lahan di TNKS telah dirambah secara ilegal. Wilayah sebarannya pun merata, seperti di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dan Pesisir Selatan (Pessel). Lahan itu sudah dirambah secara sporadis, secara orang per orang.

“Kendala kami luas kawasan TNKS yang di Wilayah II Sumbar ini, petugas kami hanya berjumlah 30 orang dengan luas wilayah pengawasan mencapai 400 ribu hektare. Saya rasa Sumber Daya Manusia (SDM) kami sangat kurang untuk pengawasan itu. Namun, kami dibantu oleh rekan-rekan dari Polda Sumbar,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional