Menu

4 Mahasiswa UNP, 1 Mahasiswa UBH Ditangkap

  Dibaca : 2925 kali
4 Mahasiswa UNP, 1 Mahasiswa UBH Ditangkap
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
IMG_0835

Saat menangkap satu pelaku dugaan pemerkosaan di Tunggul Hitam, aparat berhasil menangkap sejumlah mahasiswa yang menanam batang ganja di polibag dan pot, Selasa (24/5) dini hari WIB.

PADANG, METRO–Puluhan batang ganja ditemukan tim Satresnarkoba Polresta Padang saat melakukan penggerebekan di rumah kontrakan, Jalan Gang Muhajirin No 17, Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah, Selasa (24/5) pukul 00.30 dini hari WIB. Sebanyak 56 batang ganja itu ditanam di dalam pot dan polibag. Tujuh pelaku berhasil ditangkap.

Memiriskan saat diperiksa, dari ketujuh pelaku lima diantaranya berstatus sebagai mahasiswa. Yakni, empat mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dan satu mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH).

Ditangkapnya ketujuh pemuda itu berawal ditangkapnya pelaku Adam Yordan (20), mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH), warga Dadok Tunggul Hitam. Pelaku ini diduga terlibat dalam kasus perkosaan. Saat ditangkap, petugas menemukan daun ganja kering.

Adam ditangkap bersama dua temannya di Jalan Angkasa Puri No 17 RT 01 RW 01, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah, Kota Padang. Kedua rekan Adam adalah, Rifki (21), mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNP, asal Kinali, Pasaman Barat dan Rivaldo (20), warga Jalan Jambu, Dadok Tunggul Hitam.

Setelah itu dipimpin Kasat Narkoba Kompo Daeng Rahman, petugas mengembangkan kasus narkoba ini. Polisi mencurigai rumah di Jalan Muhajirin, Tunggul Hitam. Saat rumah itu digerebek, polisi menemukan puluhan batang ganja. Batang ganja ditanam di masing-masing wadah, enam batang ganja dalam polibag warna hitam, 30 batang ganja dalam pot dan 20 batang tanaman ganja yang tumbuh di tanah belakang rumah pelaku.

Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti empat paket kecil daun ganja kering seharga Rp150 ribu, satu paket kecil daun ganja kering yang sudah dicampur tembakau, kertas vapir untuk linting daun ganja kering, satu bungkus plastik berisikan tembakau, satu cangkul dan timbangan plastik warna kuning.

Di rumah ini jugalah, petugas mengamankan empat pemuda lain yakni, Reby F (27), mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNP, asal Gunung Talang, Kabupaten Solok, Thariq M (23), mahasisiwa Fakultas Bahasa dan Seni UNP asal Linggo Siri Baganti, Pesisir Selatan, Yopi Hidayat (24), mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNP, warga Lubukbuaya, Kototangah dan Fajri Kadafi (19), warga Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat.

Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz melalui Kasat Narkoba Kompol Daeng Rahman mengatakan, ketujuh pelaku diamankan di dua lokasi berbeda. Satu di antara pelaku diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan.

”Ada tujuh orang yang diamankan karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja. Selain itu juga disita barang bukti berupa 56 pohon ganja yang ditanam salah seorang pelaku,” kata Daeng Rahman.

Dijelaskan Daeng, pelaku diamankan bermula ketika Satreskrim Polresta Padang meringkus Adam Yordan yang diduga sebagai pelaku perkosaan. Ketika diringkus, ditemukan daun ganja. “Setelah berkoordinasi dengan Satreskrim, kita langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku lainnya. Saat ini pelaku sedang diperikas secara intensif oleh penyidik. Sedangkan pelaku yang diduga terlibat kasus perkosaan sedang diperiksa unit PPA Satreskrim,” kata Daeng.

Berdasarkan salah seorang pelaku, mengatakan pohon ganja itu ditanam hampir sekitar tiga bulan. Sedangkan untuk pelaku lainnya masih diperiksa intensif untuk mengetahui peran mereka dalam komplotan tersebut.

”Mereka mengakui batang ganja itu miliknya yang ditanam sekitar tiga bulan lalu. Namun kita tidak begitu saja percaya omongannya dan akan terus lakukan pengembangan,” pungkas Daeng. Jika terbukti bersalah pelaku akan dijerat pasal 111 dan 112 UU Narkotika No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 penjara.

Belum Terima Laporan

Rektor UNP Prof Dr Phil Yanuar Kiram mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan tentang empat orang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNP yang ditangkap petugas Satresnarkona Polresta Padang karena terlibat penyalahgunaan narkoba. Jika terbukti terlibat, rector berjanji memberikan sanksi yang tegas.

”Kalau itu benar, kami sangat menyayangkan adanya mahasiswa UNP terlibat. Saya akan minta pihak fakultas, dan rektorat untuk mengkroscek ulang ke pihak kepolisian apakah itu benar mahasiswa UNP atau bukan. Jika kelima orang yang ditangkap itu adalah mahasiswa kami, maka tidak akan diberi ampun bagi kelima mahasiswa yang terlibat narkoba,” tegas Rektor.

Yanuar Kiram menambahkan, UNP tidak akan melindungi mahasiswanya yang melakukan atau terlibat narkoba. UNP sangat mendukung kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.

”Jika perlu, kita juga akan fasilitasi kepolisian untuk melakukan pemeriksaan ke dalam kampus. Mahasiswa yang terlibat sanksi-sanksinya sudah diterapkan. Bisa diskors dan juga diberhentikan, jika memang terbukti terlibat,” pungkasnya. (rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional