Menu

4 Gudang Terbakar, Hujan Menghitam

  Dibaca : 1587 kali
4 Gudang Terbakar, Hujan Menghitam
FOTO UDARA— Kebakaran hebat yang terjadi di Bypass Lubeg diabadikan dari udara oleh seorang pilot drone, kemarin.

PADANG, METRO – Saat hujan lebat mengguyur Kota Padang, empat gudang milik PT Incasi Raya, yang terletak di Bypass, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubukbegalung, Senin (23/4) sekitar pukul 05.15 WIB terbakar. Dua gudang karet yang berisi ribuan ton dan dua gudang cangkang sawit itu hangus. 12 jam lebih api sulit dipadamkan oleh 21 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).

Letupan api dan arang yang turun bersamaan dengan air hujan, membuat warga yang bermukim di sekitar lokasi cemas dan terpaksa mengungsi. Hingga berita ini diturunkan, dari mana asal api belum diketahui, masih dalam penyelidikan polisi Namun kerugian diperkirakan sekitar miliaran rupiah. Sementara dalam peristiwa tersebut tak ada korban nyawa manusia.

Gudang milik PT Incasi Raya itu tempati oleh PT Wira Inno Mas yang menyimpan bahan baku bungkil (ampas sawit) dan PT Lembah Karet yang meyimpan getah karet siap ekspor. Namun yang terbakar merupakan penyimpanan karet milik PT Lembah Karet.

Sementara sebanyak 200 orang personel Polresta Padang, langsung dipimpin Kapolresta Padang AKBP Yulmar Try Himawan, serta prajurit Lantanmal II berada di lokasi kejadian. Mereka turut serta mengamankan jalannya pemadaman dan membantu pemadam.

Neti (49), warga Pampangan yang bermukim di sekitar lokasi mengaku takut dengan bara karet dan cangkang yang bertebaran dibawa letupan api yang kian memumbung sekitar 15 meter hingga 20 meter menjulang ke angkasa. “Kami takut pak. Api membawa arang cangkang dan karet meninggi di angkasa. Dari pada kami konyol, lebih baik mengungsi,” ujar Neti, buruh cuci pakaian ini.

Senada juga dikatakan Saf (53) dan Jang (56), bahwa dia dan sejumlah warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah. Karena api semakin besar dan asap hitam terus membumbung tinggi. Dia melihat asap dari gudang yang membara sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu dia mau ke kantor di Telukbayur.

”Saya menyaksikan saja. Api yang kian besar, tetap saja liar tak bisa dikendalikan meski petugas gudang berusaha memadamkan dengan racun api. Padahal pagi itu hujan lebat dan tiupan angin sangat kencang sekali,” ujarnya.

Diceritakan Jang, serpihan dari letupan puing yang terbakar juga berterbangan ke rumah-rumah warga. “Kami pun khawatir dan cemas kalau api juga merambat ke rumah warga. Makanya, kami langsung meninggalkan rumah begitu ada instruksi dari Damkar Padang,” ujarnya.

Warga Lubeg M Zukra menyebutkan, air hujan menghitam saat kebakaran hebat itu terjadi. ”Diberitahukan kepada warga di seputaran Kecamatan Lubeg, karena asap kebakaran karet dan cangkang sawit, air hujan menjadi hitam dan kotor. Dan sampai saat ini pihak Damkar masih berusaha memadamkan api. Mohon doanya agar cepat padam. terima kasih,” katanya di akun facebooknya.

Kapolresta Padang AKBP Yulmar Try Himawan kepada POSMETRO di lokasi kejadian, tidak berani berkomentar banyak. ”Saya belum berani berkomentar sebab periswa ini masih dalam penyelidikan. Tapi yang jelas, kami menurunkan sebanyak 200 personel yang berasal dari Polsekta Lubeg, Padang Timur dan Polsek Kawasan,” aku Yulmar Try Himawan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Hendrizal Azhar menyebut, pihaknya sulit mencari titik api. Empat gudang itu masing-masing dua gudang karet dan dua gudang cangkang adalah sumber api yang ampuh, jadi sulit dipadamkan.

”Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik, siangnya api berhasil kita kendalikan, itupun kita memakai busa api. Sebanyak 21 mobil damkar dikerahkan memadamkan. Dari dinas sebanyak 16 mobil damkar, dari Semen Padang 2 unit, Pelindo II sebanyak 2 mobil damkar dan TNI AL 1 unit,” ungkap Hendrizal.

Untuk memudahkan proses pemadaman, sambung Hendrizal, aparat kepolisian dari Satlantas Polresta Padang bersama Polsek Lubeg, melakukan panutupan jalur kendaraan dari arah Simpang Bypass Lubeg menuju Pelabuhan Telukbayur.

”Penutupan jalur dari Lubeg ke Teluk Bayur itu dilakukan untuk memudahkan armada Damkar lalu lalang di lokasi kebakaran. Selain itu, sejumlah warga yang tinggal didekat lokasi kebakaran juga sudah kami evakuasi ke tempat yang aman,” imbuh Endrizal. “Saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Aparat kepolisian dari Polresta Padang bersama Polsek Lubeg masih menunggu api padam,” jelasnya.

Di sekitar lokasi juga terlihat petugas membagi-bagikan masker kepada warga yang datang. Karena yang terbakar adalah karet dan cangkang sawit, diduga mengandung zat-zat yang berbahaya. Namun, sepajang pemadaman kemarin, banyak warga yang tak peduli, dan tetap melihat kebakaran tanpa menggunakan masker.

Camat Lubeg Rosail Akhyari mengatakan, warganya terpaksa mengungsi karena terbangan arang cangkang yang masih membara. Termasuk sisa karet yang ditiup angin. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, ada sekitar 12 KK yang diungsikan untuk sementara. “Namun tidak lama, ada sekitar delapan jam, mereka kembali ke rumah,” aku Rosail. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional