Menu

4 Daerah di Sumbar Berlakukan PPKM Mikro, Agam Waspada Ancaman Varian Delta

  Dibaca : 77 kali
4 Daerah di Sumbar Berlakukan PPKM Mikro, Agam Waspada Ancaman Varian Delta
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam, Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun.

AGAM, METRO–Selain di Pulau Jawa dan Bali, pemerintah pusat memperketat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di 43 kabupaten dan kota secara nasional, termasuk Provinsi Sumbar. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Har­tarto menyatakan, mulai 6 hingga 21 Juli 2021, pemerintah memperketat penerapan PPKM Darurat di luar Pulau Jawa dan Bali.

Disebutkan, ada 43 kabupaten dan kota yang dikenakan pengetatan PPKM Darurat. Daerah tersebut tergolong dalam assemen 4 dalam kondisi Covid-19. “Kami memutuskan perpanjangan PPKM Mikro mulai 6 sampai 20 Julli terkait di luar Pulau Jawa dan Bali. Ini selaras dengan PPKM Darurat Jawa Bali,” ujar Airlangga, Selasa (6/7).

Di Sumbar sendiri, penerapan PPKM diberlakukan di 4 daerah yakni, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padangpanjang dan Kota Solok. Selama pemberlakukan PPKM, 4 kota di Sumbar itu diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan pengetatan. Perkantoran di daerah yang memberlakukan PPKM, diwajibkan kerja di rumah (WFH) sebanyak 75 persen  sehingga hanya 25 persen  yang bekerja di kantor.

Kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara daring. Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100 persen  dengan pengaturan jam operasional dan protokol kesehatan yang ketat.

Restoran diwajibkan membatasi hanya 25 persen  pelanggan makan di tempat (dine in) dan waktu operasional maksimal sampai pukul 17.00 WIB sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00. WIB.

Pusat perbelanjaan tetap boleh beroperasi dengan wak­­tu operasional maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25 persen . Proyek konstruksi bisa beroperasi sampai 100 persen.

Lalu kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan. Semua fasilitas publik ditutup sementara. Seluruh kegiatan seni dan budaya ditutup. Seluruh kegiatan seminar dan rapat juga ditutup. Sedangkan untuk usaha transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan Covid-19.

Mengingat mulai diberlakukannya PPKM di sejumlah daerah di Sumbar, Pemkab Agam melalui Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Drs. Martias Wanto MM mewanti-wanti masyarakatnya untuk mengurangi mobilitas di daerah tersebut.

Masyarakat diminta untuk memperhitungkan risiko pe­nularan Covid-19 yang makin tinggi, seperti ancaman varian Delta yang berisiko tinggi terhadap keselamatan. “Meski Agam tidak termasuk pemberlakukan PPKM, namun karena mobilitas antar daerah cukup tinggi maka perlu kewaspadaan bagi masyara­kat agar varian delta tidak menyebar ke Sumbar, khususnya ke Agam,” ucap Martias.

Disampaikannya, PPKM Darurat merupakan pembata­san-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. PPKM Darurat diberlakukan Pemerintah me­ngingat makin tingginya kasus keterpaparan Covid-19.

“Kebijakan yang diberlakukan selama dua pekan ini sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona, yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, untuk itu kurangi mobilitas perjalan ke luar daerah,” ujar Martias. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional