Close

396 Napi di Bukittinggi Dapat Remisi

REMISI— Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyerahkan surat remisi pembebasan salah satu napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bukittinggi. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI, METRO – Sebanyak 396 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bukittinggi, mendapat remisi dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Remisi diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota, unsur Forkopim da dan Kepala Lapas.

Kepala Lapas Klas II A Bukittinggi Marten mengatakan terhitung hingga 17 Agustus 2019, warga binaan di Lapas Klas II A Bukittinggi berjumlah 603 orang. Dimana kasus narkotika sebanyak 409 orang, kriminal biasa 143 orang dan selebihnya tahanan.

“Dari 603 itu, 396 nya mendapat remisi dengan jumlah berbeda, mulai dari remisi 1 bulan hingga 6 bulan. Dua diantaranya bebas. Untuk remisi 1 bulan diberikan kepada 53 warga binaan. Remisi 2 bulan untuk 92 orang. Remisi 3 bulan kepada 100 orang. Remisi 4 bulan 80 orang. Remisi 5 bulan kepada 56 orang. Dan remisi 6 bulan diberikan untuk 15 orang,” kata Marten.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmarias, saat membacakan pidato Menteri Hukum dan HAM, menyampaikan, remisi bagi warga binaan menjadi salah satu program rutin yang dilaksanakan Kemenkumham dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia.

“Proklamasi kemerdekaan merupakan pernyataan bahwa Indonesia telah bebas dari belenggu penjajahan. Sehingga tentu ada beberapa poin yang dapat diberikan kepada warga binaan, salah satunya remisi. Remisi ini dilakukan supaya warga binaan selanjutnya patuh dan taat kepada hukum, adat dan norma,” jelasnya.

Ramlan mengaku kaget dengan jumlah warga binaan di lapas klas II A Bukittinggi yang terus meningkat. Tahun lalu 300 orang sekarang sampai 600 orang. Padahal standarnya isi Lapas klas IIA Bukittinggi ini 250 orang.

“Ironisnya lagi, 70-80 persennya kasus narkoba, dengan pelakunya masyarakat yang masih di usia produktif. Ini yang harus kita evaluasi bersama agar kedepan, jumlah pelanggaran tindak pidana ini menurun,” ungkap Ramlan.

Terkait remisi, lanjut Ramlan, hal itu diberikan sesuai perilaku. Setelah diberi remisi dan ada yang bebas, tentu harus ada pula perubahan perilaku dari warga binaan.

“Cukup sekali masuk lapas. Jangan terulang lagi. Ingat keluarga di rumah. Berikan rezeki yang halal untuk keluarga. Taat hukum dan tidak mengulangi kesalahan lagi, berarti para warga binaan telah mengisi kemerdekaan. Mari kita isi hidup kita dengan hal positif agar dapat membangun bangsa ini dengan kegiatan yang baik dan berguna,” pesan Wako. (u)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top