Menu

35 Persen Warga Kota Padang sudah Divaksin, Dinkes Target 40 Ribu Pelajar Ikut Vaksinasi

  Dibaca : 122 kali
35 Persen Warga Kota Padang sudah Divaksin, Dinkes Target 40 Ribu Pelajar Ikut Vaksinasi
VAKSINASI PELAJAR— Sejumlah pelajar antisias mengikuti vaksinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Padang, Senin (6/9) di SMP 1 Padang, Jalan Sudirman. Dinkes menargetkan sekitar 40 ribu pelajar di Padang akan divaksin.

SUDIRMAN, METRO–Vaksinasi di Kota Padang terus digencarkan melalui Pus­kesmas dan rumah sakit-rumah sakit. Program serbuan vaksi­nasi ini juga dilakukan di Keca­matan Nanggalo. Hingga kini sudah 16.000 jiwa masyarakat telah disuntik vaksin di wialayah tersebut.

Camat Nanggalo, Mag­dalena me­nyam­paikan war­ga yang telah vaksin tersebut berasal dari 6 kelurahan yang ada di Kecamatan Nanggalo.

“Warga yang telah di­vaksin itu beraneka ragam usianya. Mulai dari lansia, dewasa dan remaja,” ujar­nya, Senin (6/9).

Ia mengimbau kepada warga yang belum vaksin agar ikut vaksin. Jangan warga takut disuntik vak­sin. Sebab vaksinasi dapat menambah imun tubuh dan mencegah penularan virus corona.

“Ayo vaksin dan datangi Puskesmas ter­de­kat,”ajak­nya.

Ia meminta kepada semua lurah pro aktif da­lam sosialisasi pelaksa­naan vaksin. Sehingga jum­lah warga yang telah ikut naik dan penularan virus dapat diminimalisir. “Jum­lah warga di Nanggalo le­bih kurang 59.000 jiwa. Oleh sebab itu, pihak kelurahan harus rangkul warganya lagi,” ulas Magdalena.

Di samping itu, kepada masyarakat yang telah di suntik vaksin. Supaya te­tap patuhi aturan dalam ber­aktivitas. Jangan le­ngah. “Masyarakat harus terap­kan prokes. Diant­a­ranya tetap pakai mas­ker, jaga jarak dan cuci tangan. Apa­bila tak terlalu urgent lebih baik stay at home. Agar keselamatan ter­jamin dan mata rantai penyebaran virus ter­pu­tus,” sebutnya.

Sasar Pelajar

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pa­dang Feri Mulyani Hamid mengungkapkan, hingga kini Pemko Padang terus gencar melakukan vaksi­nasi untuk semua warga. Hingga September ini, su­dah sekitar 36 persen war­ga Kota Padang telah di­suntik vaksin.

“Alhamdulillah, gebyar vaksinasi yang dilakukan Pemko, kepolisian dan juga lembaga serta BUMN, dan instansi lain banyak di­mi­nati warga. Kita terus me­ng­imbau warga untuk mau divaksin. Jangan takut dan jangan percaya dengan hoaks tentang vaksin yang berbahaya. Semua ini un­tuk membangun herd im­mu­nity dan mencegah me­luas­k­an kasus Covid-19 di Kota Padang,” ulas Fery Mulyani Hamid.

Selain itu, mulai Senin (6/9), Pemko Padang juga melakukan gebyar vaksi­nasi perdana untuk ka­langan pelajar. Ditargetkan sebanyak 40.000 pelajar akan disuntik vaksin.

“Hari Senin, vaksinasi pelajar kita lakukan di SMP 1 Padang. Alhamdulillah, vak­sinasi ini disambut an­tusias oleh anak-anak kita semua. Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita untuk divaksin, virus corona ini akan lenyap dan anak-anak kita bisa kembali belajar di sekolah,” ungkap Feri Mul­yani.

Di sisi lain, Feri meng­imbau kepada masyarakat lainnya yang belum ikut vaksin, supaya datang juga ke Puskesmas karena de­ngan vaksin imun tubuh akan kuat dan penyebaran virus corona dapat dice­gah.

Selain itu, kepada ma­sya­rakat diingatkan agar tetap mematuhi prokes dalam melakukan aktivitas. Agar penularan virus tak terjadi dan keselamatan warga terjamin. “Warga mesti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Apa­bila tak ada keperluan pen­ting, lebih baik stay at ho­me,” lugasnya.

Ia juga meminta kepa­da petugas Puskesmas yang ada di Padng untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masya­rakat. Jangan sampai war­ga tak terlayani.

Untuk diketahui, Ke­men­terian Kesehatan (Ke­menkes) resmi membuka vaksinasi covid-19 untuk golongan usia 12 sampai 17 tahun. Perluasan vak­sinasi ini dibuat dengan mem­pertimbangkan ka­sus anak yang terpapar virus Covid-19 semakin mere­bak.

Vaksinasi untuk usia 12-17 tahun diatur dalam Surat Edaran HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelak­sa­naan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemen­kes Maxi Rein Rondonuwu pada 30 Juni 2021.

Vaksin Sinovac meru­pakan vaksin yang digu­na­kan dalam percepatan vak­sinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Per­cepatan vaksinasi Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Ke­menkes nomor HK.­02.­02/I/1727/2021 tentang Vak­sinasi Tahap 3 bagi Ma­syarakat Rentan, Masya­rakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun.

Vaksin Sinovac men­dapat persetujuan untuk digunakan pada kelompok usia besar atau sama de­ngan 12 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Maka­nan (BPOM) tertanggal 27 Juni 2021, seperti dikutip dari laman Kementerian Kese­hatan, Senin (23/8) lalu.

Peningkatan kasus ter­kon­firmasi Covid-19 pada usia anak-anak, persetu­juan penggunaan vaksin Sino­vac, dan rekomendasi Ko­mite Penasihat Ahli Imu­­nisasi Nasional atau In­donesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menjadi per­tim­bangan dikeluarkannya Surat Edaran percepatan vaksinasi Covid -19 ter­ma­suk bagi anak usia 12-17 tahun tersebut.

Dalam SE tersebut dise­butkan vak­sinasi anak dapat dilakukan difasilitas pela­yanan kese­hatan atau di sekolah/ma­drasah/pe­san­tren ber­koor­­dinasi dengan Dinas Pen­didikan dan Kan­wil/Kan­tor Kemenag se­tempat untuk memper­mu­dah pen­dataan dan monitoring pe­lak­sanaan.

Diantara syarat bagi pelajar yang divaksin ada­lah, peserta vaksinasi mem­bawa kartu ke­luarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak. Kemudian,  lolos me­ka­nisme skrining, pe­lak­sa­naan dan obser­vasi sama seperti vaksinasi pa­da usia >18 tahun. Selanjutnya, menda­pat­kan izin  orang tua. Pen­catatan dalam apli­kasi PCare vaksinasi dima­suk­kan dalam kelompok re­maja. Dan, membawa pre-skrining yang sudah dice­tak.

Para pelajar 12-17 tahun  ini melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Si­novac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pem­berian dengan jarak atau interval minimal 28 hari. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional