Menu

34 Orang Pelanggar Prokes Terjaring di Kota Bukittinggi

  Dibaca : 582 kali
34 Orang Pelanggar Prokes Terjaring di Kota Bukittinggi
TURUNKAN--Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP, Polri serta TNI menurunkan 34 orang yang terjaring dalam operasi penindakan pelanggar Prokes.

BUKITTINGGI, METRO–Sebanyak 34 warga di Kota Bukittinggi kembali terjaring razia operasi Yustisi yang dilakukan di Pasar Bawah dan Pasar di Terminal Simpang Aur Bukittinggi, Sabtu.(5/6). “Razia terus dilaksanakan dalam upaya menekan meningkatnya wabah Covid-19, kita dari Polres Bukittinggi dibantuTNI dari Kodim 0304 Agam serta Satpol PP Kota Bukittinggi akan terus memberikan tindakan tegas,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara,

Ia menambahkan, operasi yustisi gabungan yang digelar menyasar warga masya­rakat yang belum juga patuh akan prokes khususnya memakai masker di kawasan yang bertepatan dengan hari pasar di lokasi setempat.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut terjaring 34 pelanggar Prokes tidak menggunakan masker. Mereka yang terjaring di serahkan kepada Penyidik PPNS Satpol PP, 25 orang dikenakan sangsi denda dan sembilan lainnya dikenakan sangsi sosial sesuai Perda No. 6/2020.

Sebelumnya, jajaran Polda Sumbar melaksanakan Rapat Anev Covid-19 dan upaya tindak lanjut yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto, Jumat (4/6).

Kapolda menyampaikan bahwa saat ini penyebab terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, di antaranya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat da­lam mengantisipasi penyebaran wabah. “Potensi kerumunan yang masih terjadi di area publik, ketidakpatuhan masyarakat kepada protokol kesehatan, dan masih ada ketidakpercayaan masy­ara­kat menjadi penyebab utama,” kata Kapolda.

Menurutnya, dalam Operasi Yustisi yang telah dilakukan hingga 3 Juni 2021, tercatat sebanyak 131.778 orang yang melanggar prokes dan juga 2.108 pelaku usaha. “126. 216 orang di sangsi kerja sosial, denda yang diperoleh dari pelanggar Prokes mencapai Rp.185.100.000,” kata Kapolres.

Khusus di Bukittinggi, Operasi Yustisi rutin digelar Polres Bukitttinggi dan pihak keamanan lainnya sebagai bentuk upaya menurunkan zonasi di Kota Bukittinggi menjadi Zona Hijau. “Dengan Zonasi menjadi Hijau diharapkan kegiatan yang sebelumnya terhenti bisa kem­bali terlaksana, sebagai contohnya ke­giatan tatap muka di seko­lah bisa dilaksanakan kembali dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat dan kegiatan eko­nomi warga semakin pulih,” kata Dody.

Kota Bukittinggi saat ini berada pada zona oranye, data terakhir pada Jumat (04/06) mencatat penambahan sebanyak 39 orang dinyatakan positif Covid-19 sesuai data dari satgas Provinsi Sumbar. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional