Menu

31 Kios Pasar Padangpanjang Terbakar

  Dibaca : 819 kali
31 Kios Pasar Padangpanjang Terbakar
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
IMG-20160103-WA003

Para pedagang hanya menatap kosong kios-kios penampungan serta toko yang habis terbakar, pada Minggu (3/1) pagi. Hingga kemarin, petugas kepolisian masih berusaha mengungkap penyebab kebakaran. Kebakaran di Pasar Padangpanjang sudah berulang kali terjadi dan menyebabkan pedagang makin menderita.

PADANGPANJANG, METRO–Si gulambai kembali meluluhlantakkan kios-kios penampangan pedagang di Los C, Pasar Tradisional Padangpanjang, Minggu (3/1) sekitar pukul 05.10 WIB. Ibarat pepatah, “sudah jatuh tertimpa tangga pula”, pedagang yang selama ini tak menentu nasibnya berjualan di kios penampungan, kini harus menanggung derita lagi. Kios dan seisinya ludes terbakar.

Tidak ada yang tersisa. Pedagang yang tokonya terbakar, berusaha mencari dan mengais barang-barang yang masih diselamatkan, Minggu pagi itu. Akan tetapi, pedagang harus berusaha tabah, karena api lebih cepat membakar barang-barang yang mudah terbakar.

Informasi dari Dinas Pasar serta Polres Padangpanjang, sebanyak 31 unit toko atau kios habis terbakar. Di antaranya, 18 petak kios penampungan, 7 los mini dan 6 kios lain terkena imbas si jago merah.

Keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, sebelum api mengganas hingga menghanguskan puluhan kios penampungan, percikan api yang diduga dari salah satu kios muncul. Kemudian, kobaran api mulai muncul dan menjilati dinding kios-lios. Dalam waktu hitungan menit, api telah menghanguskan puluhan bangunan kios yang terbuat dari kayu tersebut.

”Kebakaran  itu langsung dilaporkan ke kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Padangpanjang. Kios-kios kami berada di tengah pertokoan dan juga dikelilingi lapak-lapak pedagang lapak, sehingga  mobil Damkar sulit masuk untuk memadamkan api,” ujar salah seorang pedagang, Ian (43) kepada POSMETRO, Minggu pagi.

Sebanyak tiga unit mobil Damkar berusaha memadamkan api dan mencegah meluasnya titik api. Akan tetapi, api terus mengganas dan menjilati kios dan toko pedagang. ”Entah bagaimana nasib kami sekarang. Selama ini, kami yang berjualan di kios penampungan sudah kesulitan. Sepi pembeli. Dan, kini tempat kami berjualan sudah habis,” ungkap Ap, pemiliki kios penampungan lainnya.

”Tidak ada satu pun barang yang berhasil kami selamatkan. Dulu tabaka, kini tabaka baliak. Alah habih sadonyo nan ado kini pak. Mudah-mudahan Pemko memberi bantuan. Kami butuh modal usaha,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Perizinan, Pengaturan Pasar dan Ketertiban Dinas Pasar, Agung Satria  menyebutkan, kebakaran di kios penampungan Los C telah menimbulkan kerugian material. Ada sebanyak 31 bangunan terbakar.
”Saat ini jajaran kepolisian telah mengambilalih pengamanan lokasi, di mana tidak satupun pedagang yang boleh mendekati kios. Hal itu guna untuk kelancaran penyelidikan,” terang Agung Satria.

Seperti diketahui kios penampungan yang membentang di Jalan Khatib Sulaiman itu dibangun untuk pedagang yang kios mereka terbakar di pusat Pasar Padangpanjang beberapa waktu lalu. Sebelumnya, kasus kebakaran sudah berulang kali terjadi di Padangpanjang.

Sebelumnya, Selasa, 21 Juli 2015) dini hari, tempat penampungan Los G dilalap api. Sebanyak 14 petak kios tempat berjualan bahan makanan di Jl. Khatib Sulaiman itu hangus akibat kobaran api yang menyala sekitar pukul 01.30 WIB. Kios itu ditempati korban kebakaran pasar 2011 lampau. Dan, sekarang musibah kebakaran kembali membuat pedagang menangis.

Kasat Reskrim Polres Padangpanjang Iptu Ismet, untuk mengetahui sumber api dan penyebab kebakaran, petugas masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus. Keterangan dari pedagang dan saksi-saksi juga dikumpulkan. (a)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional