Menu

300 KK Terancam Kesulitan Air Bersih

  Dibaca : 154 kali
300 KK Terancam Kesulitan Air Bersih
Ilustrasi Air bersih (foto :THINKSTOCKS/KENZAZA)

SOLSEL, METRO – Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di Jorong Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) terancam kesulitan air bersih. Pasalnya, daerah itu mulai dilanda musim panas. Sehingga hujan jarang turun. Kondisi kekeringan ini telah berlangsung sejak dua hari terakhir. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, akan segera menangani usai mendapat laporan resmi pihak terkait. Walinagari Padang Air Dingin, Maridis, mengatakan, dari empat nagari yang ada, satu jorong mulai kesusahan mendapatkan air bersih. Hal ini sudah berlangsung sejak dua hari kemaren.

“Warga kami pada satu jorong saat ini memang kesulitan air bersih sejak dua hari lalu, yakni di jorong Padang Ayia Dingin. Ada sekitar 300 KK yang bermukim di sana,” ujar Walinagari Maridis, Kamis (1/8).

Nagari Padang Air Dingin, di huni oleh sekitar 800 KK dan terdiri dari empat jorong. Tiga jorong diantaranya mengandalkan sumber air bersih dari irigasi dan satu jorong bergantung pada Pamsimas.

Kesulitan air bersih yang dialami masyarakat berada di jorong Padang Air Dingin. Warga di jorong ini, umumnya bergantung pada sumber air dari Pamsimas. Baik untuk keperluan mencuci atau pun kebutuhan mandi dan memasak.

Menurutnya, lebih dari 10 hari belakangan, wilayah tersebut sedang musim panas. Kondisi ini mungkin penyebab sumber air Pamsimas yang berada di perbukitan sekitar mengalami penyusutan debit air.

“Namun, untuk Jorong yang lain masih normal. Sebab masih ada sumber air irigasi. Sumber air irigasi ini tidak sampai mengalir ke Jorong Padang Air Dingin,”ungkapnya.

Dipijak lain, Sekretaris Camat Sangir Jujuan, Ondeli mengatakan, tidak hanya di Jorong Padang Air Dingin, namun semua masyarakat di kecamatan itu mulai kesulitan air bersih. Dia mengaku, belum ada menerima laporan dari nagari Padang Air Dingin terkait kesulitan air bersih ini. Namun begitu, dirinya memang mendengar ada masyarakat yang mengeluhkannya.

“Sudah hampir sebulan hujan tidak turun. Untuk kebutuhan air minum, sumber air sumur warga masih mencukupi. Tetapi untuk mandi, masyarakat sudah kembali kepada kebiasaan lama, yakni mandi ke sungai,”sebutnya.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat di Sangir Jujuan mengandalkan sumur gali dan Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Untuk Pamsimas, debit airnya sudah mengecil sedangkan air di sumur juga menyusut.

“Menyiasati pemborosan air, warga terpaksa mandi di sungai. Kebiasaan mandi di sungai ini sudah lama tidak dilakukan masyarakat tetapi dengan keterbatasan air mereka terpaksa melakukannya kembali,”jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Solsel, Diky Nanda Utama menjelaskan, pihaknya belum mendapat laporan adanya masyarakat yang kesulitan air bersih. Namun demikian, pihaknya akan segera menindak lanjuti usai pihak nagari dan kecamatan memberikan laporan resmi.

“Dalam penanganan, sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP) harus ada laporan dulu dari pihak terkait kepada kami. Nanti kita juga akan melibatkan banyak pihak dan tenaga dalam penanganannya. Tentu tidak bisa sembarang minta kalau tak ada laporan. Kalau laporan dari Kecamatan masuk akan kami tangani dan itu bisa dilakukan dengan menyuplai air menggunakan tangki,”tukasnya.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Saribu Sungai Solsel, Ridwan menyatakan juga belum mengetahui perihal warga Padang Ayia Dingin mengalami kesulitan air bersih.

Karena sumber air bersih warga dari Pamsimas, maka untuk bantuan air bersih dari PDAM, harus melewati rekomendasi dari dinas lingkungan hidup setempat. “Kami belum mengetahui adanya kesulitan air bersih di Padang Ayia Dingin, meski demikian jika ada permintaan, kami akan menyuplai air bersih, setelah ada rekomendasi,”ujarnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional