Menu

3 Terdakwa Pencemar Nama Baik Mulyadi Dituntut Berbeda, Eri Sofiar Bantah Diperintah Indra Catri dan Sekda

  Dibaca : 837 kali
3 Terdakwa Pencemar Nama Baik Mulyadi Dituntut Berbeda, Eri Sofiar Bantah Diperintah Indra Catri dan Sekda
SIDANG VIRTUAL— Suasana sidang kasus pencemaran nama baik Mulyadi di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang yang dilaksanakan secara virtual.

PADANG, METRO
Tiga terdakwa pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Mulyadi yakni, Rozi Hendra, Eri Syofiar dan Robby Putra Eryus, dituntut dengan hukuman yang berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Rabu (21/10).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Agam dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, menuntut hukuman pidana penjara kepada terdakwa Rozi Hendra selama sembilan bulan dan terdakwa Eri Syofiar selama sebelas bulan.

“Terdakwa Rozi Hendar dan terdakwa Eri Syofiar melanggar pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 19,tahun 2016. Tentang perubahan Undang-Undang atas Undang-Undang RI nomor 11tahun 2008. Tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Perbuatan terdakwa, membuat Mulyadi tercemar nama baiknya,” kata JPU Hery Suroto bersama tim, saat membacakan amar tuntutannya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum dari terdakwa Rozi Hendra dan Eri Syofiar, meminta kepada majelis hakim untuk meringankan hukuman dari kliennya.

Sementara itu, terdakwa Robby Putra Eryus dituntut oleh JPU dengan hukuman pidana penjara selama tujuah bulan. JPU menilai perbuatan terdakwa Robby Putra Eryus, melanggar pasal 27 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008. Tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 56 ayat 2 KUHP.

PH terdakwa Robby Putra Eryus, mengajukan nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan JPU. “Kami akan membacakan besok (red-hari ini), untuk itu kami minta waktu,”ujar PH terdakwa Ardyan bersama tim.

Sidang yang diketuai Leba Max Nandoko mengabulkan permintaan PH terdakwa.”Baiklah sidang ini kita tunda,untuk mendengan pembelaan dari PH terdakwa,”imbuhnya.

Terdakwa Bantah Diperintah Bupati dan Sekda
Sementara, Kuasa Hukum Eri Sofiar, di luar sidang, Ardian cs mengungkapkan, bahwa terdakwa Eri Sofiar Ardian pada sidang pekan lalu, mencabut pengakuannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang, Jumat (16/10) lalu.

“Telah dijelaskan bahwa pada sidang pekan lalu pemeriksaan terdakwa, saudara Eri yang berada dalam sumpah itu mencabut pengakuannya terkait keterlibatan Bupati Agam dalam pembuatan akun facebook. Artinya, Eri membantah disuruh oleh Bupati Agam,” ungkapnya.

Ia menerangkan, selain itu, Eri juga mencabut pernyataan unggahan di akun facebook Mar Yanto itu dirapatkan dengan Bupati dan Sekda Martias Wanto serta diketahui Sekda.

“Eri kemudian mengatakan ada pengakuan yang dicabutnya karena saat itu dia berada di dalam tekanan. Jadi keterlibatan Pak Indra Catri tidak ada. Kemudian setiap postingan dirapatkan dulu dengan Bupati dan Sekda. Setiap postingan diketahui Sekda, itu tidak ada,” terangnya.

Ardian menambahkan, saudara Eri mengakui pada saat membuat BAP dirinya terus ditekan untuk mengarahkan ada perintah dari atasannya. “Waktu itu penyidik menyebutkan bola jangan sampai mati di tangan Eri saja,” tandasnya.

Dalam sidang tersebut, dilakukan secara virtual. Pasalnya, terdakwa berada di Polres Agam.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, pada tanggal 12 Februari 2020 lalu. Saat itu ketiga terdakwa, berada di dalam mobil dinas Bupati Agam dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan yang dapat mengakses informasi secara elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan, pencemaran nama baik, berupa akun facebook Mar Yanto. Dimana mengirimkan foto Ir. Mulyadi bersama perempuan.

Akibatnya perbuatan para terdakwa dijerat pada pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 ayat ayat (1) ke 1 jo pasal 56 ayat 2 KUHP. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional