Close

3 Sipir jadi Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

TERBAKAR— Kondisi Lapas Kelas I Tangerang yang mengalami kebakaran beberapa waktu lalu.

JAKARTA, METRO–Direktorat Reserse Kri­minal Umum (Ditres­kri­mum) Polda Metro Jaya te­lah menetapkan tiga orang sipir sebagai tersangka dalam kasus kebakaran yang melanda Lapas Kelas I Tangerang. Meski pun hanya dijerat Pasal 359 KUHP, mereka terancam hukuman cukup berat, yak­ni 5 tahun penjara.

“Di dalam gelar per­kara ditetapkan tiga ter­sangka untuk Pasal 359 KUHP. Ketiga tersangka merupakan sipir dan men­jadi tersangka karena ke­la­laian­nya. Ketiganya ber­tugas pada malam hari saat kesajdian dan yang bertugas harusnya berada di posnya,” kata Dirres­krimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Selasa (21/9).

Tubagus menyebut Pa­sal 359 KUHP yakni tentang kelalaian yang membuat orang lain meninggal du­nia. Ketiga tersangka ini di­anggap lalai, sehingga pu­luhan narapidana mening­gal dalam kebakaran ter­se­but. “Pasal 359 KUHP ob­jeknya mengakibatkan me­ning­gal­nya seseorang,” jelas­nya.

Ada pun Pasal 359 KUHP berbunyi, seseorang yang karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dapat dikenakan Pasal 359 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana ku­ru­ngan paling singkat satu tahun.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya resmi menetapkan 3 tersangka dalam kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Pe­netapan ini dilakukan sete­lah dilakukan gelar per­kara.

“Sementara 3 orang ditetapkan sebagai ter­sang­ka, semua adalah pe­tugas dari Lapas,” kata Dir­res­kri­mum Polda Metro Jaya, Kom­bes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Me­tro Jaya, Jakarta, Senin (20/9).

Mereka yang dite­tap­kan sebagai tersangka yak­ni berinisial RU, S, dan Y. Seluruhnya dijerat Pasal 359 KUHP tentang kela­laian yang membuat orang lain me­ninggal.

Ada pun penetapan 3 tersangka ini juga dila­ku­kan setelah penyidik me­meriksa 53 saksi. Dua di an­taranya adanya saksi ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menkumham Serahkan Pada Polisi

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Ya­son­na Hamonangan Laoly menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, terkait penetapan tiga petugas Lembaga Pe­ma­syarakatan (Lapas) Ke­las I Tangerang sebagai ter­sangka. Dia mengaku, pi­haknya sampai saat ini masih fokus terhadap pe­mulihan keluarga korban.

“Ya biarkan saja proses hukum berjalan. Kita tung­gu polisinya,” kata Yason­na di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9).

Politikus PDI Per­jua­ngan ini menyampaikan, pihaknya saat ini masih fokus untuk memperbaiki situasi yang ada pasca kebakaran melanda Lapas Kelas I Tangerang. Seperti halnya membentuk tim psikolog guna membantu korban yang selamat.

“Kita sedang mem­ben­tuk tim psikolog untuk mem­bantu korban-korban ini karena traumanya berat ya itu kita lakukan. (Korban meninggal) 48 sudah di­kem­balikan ke keluarga, dike­bumikan, semua kita tang­gung biayanya ter­masuk santunan kita sudah dibayar,” ucap Yasonna.

“Tinggal satu WNA se­ka­rang yang belum. Kita tung­gu bagaimana dari negara yang bersangkutan di Nigeria kalau mereka katakan kubur di sini atau kremasi kita akan lakukan,” imbuhnya.(jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top