Close

3 Remaja Tewas Dalam Kerusuhan 22 Mei

Ilustrasi

JAKARTA, METRO – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan jatuhnya korban tewas pada usia anak pada kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta. Komisioner KPAI Jasra Putra menyebutkan data awal jumlah anak yang meninggal sebanyak tiga orang. Saat ini, KPAI kini sedang melakukan investigasi dan menyelidiki kasus itu.

Selain itu, anak-anak yang menjadi korban luka dan masih dirawat di Rumah Sakit Tarakan berjumlah dua orang. Sebelumnya, jumlah anak-anak yang dirawat mencapai puluhan orang.

“Ada tiga anak yang meninggal. Iya tahap awal kita mendata dan menggali informasi terkait peristiwa ini, apakah anak-anak ini ada pihak yang melibatkan atau mungkin dia adalah korban dari situasi kerusuhan itu,” ungkap Jasra di rumah duka almarhum Reyhan, Jalan Petamburan 5, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/05).

Jasra menjelaskan pihaknya juga sudah ada koordinasi dengan Polda Metro Jaya tentang beberapa hal. Pihaknya juga akan ikut menginisiasi apabila memang diperlukan lebih lanjut dilaksanakan pemeriksaan terhadap forensiknya.

“Selain itu, ia memastikan KPAI akan mengikuti perkembangan kondisi anak-anak lainnya yang masih dirawat saat ini. Hal itu guna memastikan anak-anak itu mendapatkan perawatan yang baik. Termasuk tentu yang sedang dirawat, kita pastikan dia ini memang dirawat secara baik. Sehingga korban tidak bertambah, angkanya tidak bertambah,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun data korban meninggal dunia berdasarkan informasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dokter, dan keluarga korban, ketiga remaja yang tewas diketahui bernama Rizki Ramadhan alias Rama (17), warga Jalan Slipi, Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Tewas dengan dua tembakan di dada dekat tenggorokan, dan bahu kanan tembus dada belakang pda Rabu (22/5). Dievakuasi ke RSUD Tarakan.

Kemudian korban M. Reyhan Fajari (16). Meninggal di RSAL Mintoharjo pada Rabu (22/5). Dan terakhir Muhammad Harun Al Rasyid (15) pelajar SMP meninggal dunia akibat diduga menjadi korban penembakan dalam kerusuhan di kawasan Slipi.

KPAI menggali kronologi kejadian

Jasra menjelaskan pihaknya sudah mendatangi kediaman dua remaja yang menjadi korban kerusuhan aksi 22 Mei. Berdasarkan cerita keluarga korban, didapatkan informasi bahwa RF bukan peserta aksi dan pada saat kejadian, sekitar pukul 02.30 bersama teman-temanya seperti biasa, bersiap untuk  membangunkan warga sahur di sekitaran musala dekat rumahnya.

“Pada Rabu dini hari, 22 Mei 2019, terdengar keramaian dari jalan raya sekitar rumah. Ini membuat RF bersama teman-temanya mencari tahu kegaduhan yang sedang berlangsung. Namun nahas, begitu akan keluar gang, RF langsung roboh, diduga terkena peluru nyasar di pelipis mata sebelah kiri.” Ungkap Jasra menceritakan infromasi yang didapatkan dari keluarga korban.

Warga kemudian mengevakuasi RF dan beberapa temannya yang lain ke musala.

“Namun karena luka RF dianggap paling parah, kemudian RF dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo dan di sana korban menghembuskan nafas terakhir,” ungkap Jasra.

Selain ke kediaman keluarga RF, tim KPAI juga mendatangi kediaman MHR (15) tahun, yang ikut menjadi korban kerusuhan 22 Mei. Menurut Jasra, dari informasi orang tua, mereka terakhir bertemu MHR sekitar pukul 13.00 yang sempat meminta uang untuk membeli layangan.

Awalnya, kata Jasra, orang tua tidak memiliki kecurigaan apapun, karena MHR sudah biasa bermain seperti itu. Namun firasat buruk sudah dirasakan ayahandanya, yang sejak siang terus-menerus menanyakan keberadaan MHR. Sepulang kerja, ayah MHR berinisiatif mencari putranya ke rumah teman-teman bermainnya, namun dia tidak menemukan berita tentang putra satu-satunya tersebut.

Menurut Jasra, orang tua MHR menyebar informasi hilangnya anaknya itu ke grup Whatsapp. Tidak lama orang tua MHR mendapatkan jawaban untuk mengidentifikasi seorang korban yang sedang sekarat di rumah sakit yang ternyata adalah benar putranya.

“Saat itu korban berada dalam ambulans menuju Rumah Sakit Darmais, namun karena sampai rumah sakit tersebut korban telah menghembuskan nafas terakhir, maka korban langsung di bawa ke RS Bhayangkari,” kata Jasra.

Dalam kunjungan ini, KPAI mendapatkan informasi bahwa masih ada beberapa orang tua yang belum bisa menemukan anak-anak mereka. (jpnn/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top