Menu

3 Pasang Pelajar Kumpul Kebo Digerebek Warga, Modus Belajar Daring Bersama

  Dibaca : 884 kali
3 Pasang Pelajar Kumpul Kebo Digerebek Warga, Modus Belajar Daring Bersama
MESUM— Tiga pasang pelajar kedapatan berbuat mesum di dalam kamar dengan alasan belajar online secara kelompok hingga larut malam.

MENTAWAI, METRO
Modus belajar online bersama lantaran masih pandemi Covid-19, tiga pasang pelajar kepergok kumpul kebo hingga larut malam di dalam rumah di Jalan Raya  Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu dinihari (20/9). Mereka digerebek oleh warga bersama pemerintah desa, kepala dusun dan ketua pemuda setempat.

Sebelum digerebek, masyarakat setempat dibuat resah melihat pelajar berpasang-pasagan di rumah tersebut. Bahkan masyarakat sudah melaporkan kepada aparat desa dan ketua pemuda. Karena sudah pernah diperingati namun tak diindahkan, warga bersama-sama kemudian melakukan penggebekan.

Kepala Dusun Turonia, Jonar Tamba mengatakan, saat menggedor pintu rumah, dibuka langsung oleh anak pemilik rumah (perempuan). Ia pun kemudian menyanakan keberadaan orang tuanya namun ternyata orang tua si anak tidak di rumah sejak hari Sabtu (19/9).

“Saat pintu dibuka saya melihat satu orang anak perempuan berada di ruangan, sementara pintu kamar anak pemilik rumah ini terbuka, karena curiga, saya tanya masih ada lagi temannya, anak ini langsung menggedor kamar satu lagi, lalu kita temukan dua pasang di dalam kamar,” ungkap Jonar.

Jonra menuturkan, ia sempat curiga masih ada yang lain dan kemudian ditanyakan lagi kepada anak pemilik rumah. Awalnya mengaku tidak ada, namun kembali tiba-tiba terdengar percikan air di dalam kamar mandi. Ia langsung membuka pintu dan mendapati ada laki-laki di dalam kamar mandi, dengan dalih lagi mencuci pakaian.

“Kami temukan dia menggunakan handuk, lalu kita tanyakan untuk mengakui apa yang diperbuat. Pada saat pengerebakan itu, terdapat tujuh orang di dalam rumah itu. Dengan rincian, enam orang pelajar dan 1 orang eks pelajar. Tiga pasang berpacaran dan satu orang tanpa pasangan. Ketiga pasang itu terdiri dari pelajar SMP, SMA dan ex pelajar,” ujar Jonar.
Terkait penggerebekan itu, Jonan menyesali hal itu terjadi terhadap generasi penerus bangsa di Mentawai. Apalagi setelah mendengar pernyataan dari masing-masing pelajar tersebut.

“Saat di introgasi hingga pukul 03.30 wib pagi,  jawabannya berbelit-belit, namun kita sudah punya cara untuk menemukan kesimpulan, hasilnya dimana sangat mengecewakan. Selanjutnya, saya bersama ketua pemuda langsung menjemput salah satu orang tua dari anak tersebut. Kita meminta anak-anak itu meminta maaf terhadap orang tua mereka dan membuat surat pernyataan bermaterai, tidak bakal mengulanginya lagi,” ulas Jonan.

Jonan menuturkan, modus mereka kepada orang tua belajar kelompok menyelesaikan tugas sekolah, tentu orang tua memberi izin. Untuk itu, terhadap orang tua, agar lebih berhati-hati, teliti dan tetap memantau alasan anak-anak. Apalagi dengan kondisi dan situasi Pandemi Covid-19 ini.

“Dengan kejadian itu, saya berkeinginan untuk berkoordinasi dengan seluruh aparatur Desa Tuapejat untuk membentuk Pelindung Masyarakat (Linmas) di masa pandemi Covid-19 ini, terlebih saat ini sekolah melakukan pelajaran daring,” tegas Jonan.

Sementara,  Ketua Pemuda Desa Tuapejat, Adrian menambahkan, kejadian ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa agar lebih baik ke depan.

“Kita ini bukan memojokan mereka, tetapi tujuan kita  adalah agar  pelajaran bagi pelajar lain supaya tidak berbuat seperti ini dan  ada efek jera buat mereka, bahwa ini perbuatan yang sudah tidak sepantasnya di perbuat anak-anak pelajar ini. Apalagi kondisi dan situasi Covid-19 ini menjadi sebuah kesempatan bagi mereka untuk melakukan hal-hal negatif. Belajar secara online ini sangat mudah bagi anak-anak melakukan komunikasi di media sosial, dan alasan belajar online menjadi kesempatan termudah bagi mereka mengelabui orang tua,” ungkapnya. (s)

Editor:
KOMENTAR

2 Komentar

  1. Wan
  2. Wan

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional