Menu

3 Kota PPKM Darurat, Polda Sumbar Dirikan 19 Titik Pos Penyekatan

  Dibaca : 189 kali
3 Kota PPKM Darurat, Polda Sumbar Dirikan 19 Titik Pos Penyekatan
Kombes Pol Satake Bayu Setianto Kabid Humas Polda Sumbar

PADANG, METRO–Tiga daerah di Pro­vinsi Suma­te­ra Barat akan di­lakukan Pem­ber­lakuan Pemba­tasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) Darurat. Ketiga daerah tersebut yakni Kota Padang, Kota Pa­dang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Pengaturan ini berlaku sejak tang­gal 12 Juli hingga tang­gal 20 Juli 2021.

Hal ini sesuai de­ngan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 20 Tahun 2021 tentang perubahan Inmendagri No 17 Tahun 2021. Pem­batasan kegiatan ditujukan kepada berbagai sektor, seperti pendidikan, perkan­toran, pusat perbelanjaan, mal, wisata, restoran, transportasi, kesenian dan sosial budaya masyarakat.

Menindaklanjuti hal ter­sebut, pihak kepolisian memastikan akan men­dukung kebijakan PPKM Darurat yang berada pada daerah di Sumbar.

“Kita di Polda Sumbar dan Polres jajaran akan mendukung penuh ke­bija­kan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sum­bar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Senin (12/7) di ruang kerjanya.

Maka dari itu kata Kabid Humas, pihaknya berharap agar masyarakat yang be­ra­da di daerah PPKM Daru­rat ini untuk dapat mema­tuhinya, sehingga penye­baran dan penambahan kasus positif Covid-19 da­pat ditekan dan dimini­malisir.

“Salus Populi Suprema Lex Esto, karena kese­la­ma­tan rakyat merupakan hu­kum tertinggi. Ini semua demi keselamatan masya­ra­kat. Untuk itu kepada warga masyarakat yang tidak ada kepentingan sa­ma sekali, agar di rumah saja dan kalau mau beli maka­nan bisa dibungkus (take away) bawa pulang,” terang Kom­bes Pol Satake Bayu.

Ditambahkan, ketiga wilayah tersebut akan me­lakukan pembatasan ter­ha­dap aktivitas masya­rakat dengan mendirikan pos-pos penyekatan untuk me­man­tau sekaligus me­nga­wasi keluar masuknya kenda­raan dari luar dae­rah.

“Oleh karena itu, ma­sya­rakat agar harap me­mak­luminya apabila per­jalanannya agak ter­gang­gu. Pos penyekatan akan dijaga selama 24 jam. To­tal­nya ada 19 pos penye­katan di tiga kota tersebut,” ujarnya.

Untuk di Kota Padang, terdapat enam pos yang didirikan, dua diantaranya pos yang berbatasan an­tara Padang dengan Kabu­paten Padang Pariaman. Satu pos pada perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan, satu pos di perbatasan Kabupaten Solok dan dua lainnya berada di dalam kota Padang.

Kemudian di Padang Panjang terdapat dua Pos Penyekatan, pertama di daerah Kacang Kayu untuk antisipasi pendatang dari Kabupaten Tanah Datar dan Kota Solok. Lokasi ke­dua di terminal Padang Panjang, untuk antisipasi pendatang dari Bukittinggi dan Padang.

Selanjutnya, di Buki­ttinggi terdapat 11 Pos yang berada di Simpang Jambu Air, Simpang Petak Ikabe Jambu Air, Simpang Taluak Aur Atas, Simpang Bakso Nyonya, Simpang Pos Polisi Aur Kuning, Sim­pang Istana Mie.

Kemudian di Simpang BMW 2000, Simpang By Pass Surau Gadang, Sim­pang Taman Makam Pahla­wan, Simpang Taman Ga­dut, dan di Simpang Jem­batan Ngarai Sianok. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional