Menu

3 Hotel di Pasir Jambak Disegel Warga, Pemko Diam, Warga Ancam Lakukan Pembakaran, Sering Ada Tamu Anak di Bawah Umur

  Dibaca : 101 kali
3 Hotel di Pasir Jambak Disegel Warga, Pemko Diam, Warga Ancam Lakukan Pembakaran, Sering Ada Tamu Anak di Bawah Umur
DISEGEL WARGA— Pemuda dan warga di RW VII, Kelurahan Pasir Jambak, Kecamatan Kototangah, melakukan penyegelan terhadap tiga hotel atau penginapan yang berada di pemukiman setempat, Rabu (28/7). Penyegelan ini dilakukan karena penginapan itu disebut warga beroperasi sebagai tempat maksiat. 

PASIR JAMBAK, METRO–Warga di RW VII, Kelurahan Pasir Jambak, Kecamatan Kototangah, Kota Padang mela­kukan penyegelan terhadap tiga hotel atau penginapan yang berada di pemukiman setem­pat, Rabu (28/7). Penyegelan ini dilakukan karena penginapan itu disebut warga beroperasi sebagai tempat maksiat. 

Tiga penginapan tersebut adalah, Hotel Laguna, Uncle Jack dan Dangau Mandeh. Bahkan, warga dan pemuda setem­pat mengancam, jika Pem­ko Padang tidak turun ta­ngan, warga akan mela­kukan tindakan anarkis berupa pembakaran. 

Menurut Ketua Pe­mu­da setempat, Syahroni, hotel yang disegel telah se­ring menerima tamu anak bawah umur. Tak jarang, terjadi keributan suami istri karena kedapatan bers­e­ling­kuh. 

“Tengah malam hotel­nya masih berlanjut. Ka­dang-kadang anak bawah umur dimasukkan juga ke dalam, kadang ada keri­butan, istri orang dilarikan ke dalam,” kata Syahroni usai aksi penyegelan. 

Ia mengungkapkan ak­ti­vitas hotel sangat meng­ganggu warga setempat. Padahal, pemerintah kota sebelumnya pada 2015 juga telah melakukan penye­gelan namun kembali ber­operasi. 

“Ini sangat terganggu sekali. Ya, sarang maksiat. Warga sangat menentang. Keinginan warga ditutup. Kalau pemerintah tidak juga (disegel), kami akan bakar nanti. Tadi masih aja diben­dung (amarah),” te­gas­nya. 

“Kami masih meng­hor­mati pemerintah, tapi kalau kami tidak dihormati kami akan bakar saja. Peme­rintah kota harus turun tangan, jangan sampai terjadi keri­butan dan pem­bakaran,” sambung Sya­h­roni. 

Hal senada juga diuta­rakan oleh warga lainnya bernama Ujang. Menu­rutnya, pihak hotel mene­rima tamu seenaknya. Pa­sangan yang tanpa ikatan status nikah diperbolehkan menginap.

“Datang dari luar kayak orderan, (tamu) ini bukan pendatang untuk ber­wi­sata. Saya sudah lama ting­gal di sini. Ini hotel tidak seperti hotel biasa, bukan untuk menginap, kalau me­ngi­nap kami tidak larang. Tapi ini tidak menginap biasa, sudah dijalan salah,” kata dia. 

Sementara itu, Pelak­sana Tugas Dinas Pari­wisata Kota Padang, Arfian menga­kui ketiga hotel itu tidak memiliki izin. Untuk penin­dakan tentunya pihak ter­kait. 

“Kami tidak pernah me­nge­luarkan izin. Yang akan melakukan penindakan ten­tunya aparat terkait, Sat­pol PP. Harusnya penye­gelan Satpol PP, kalau ada pengaduan masyarakat segera disikapi,” jawab Arfian, singkat. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional