Menu

3 Bersaudara Derita Penyakit Tulang Rapuh, Tak Bisa Berjalan, Tetap Semangat Jalani Hidup

  Dibaca : 165 kali
3 Bersaudara Derita Penyakit Tulang Rapuh, Tak Bisa Berjalan, Tetap Semangat Jalani Hidup
TERBARING— Kondisi tiga bersaudara di Desa Cubadak Mentawai, Kota Pariaman yang menderita penyakit rapuh tulang hanya bisa terbaring di rumah.

PARIAMAN, METRO
Tiga bersaudara, Iqbal (19), Ridwan (17), dan Dila (15) warga Desa Cubadak Mentawai, Kota Pariaman ini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya akibat menderita penyakit rapuh tulang. Mereka tak mampu beraktivitas normal karena tulang-tulangnya sangat mudah patah, bahkan sudah lebih 20 bagian tulangnya patah.

Mereka hanya bisa beraktivitas dengan cara menggeser badannya dengan menggunakan kepalanya. Karena tulang-tulang yang sudah patah tersebut tidak bisa kembali normal, membuat mereka tidak bisa lagi berjalan dan hanya bisa berbaring saja.

Walaupun hidup dengan kondisi seperti itu, mereka tidak patah semangat, bahkan tiga saudara ini tetap semangat untuk belajar di rumahnya, baik itu belajar membaca ataupun mengaji. Sehingga saat ini mereka sudah bisa membaca Alquran dangan lancar.

Sekali-sekali Iqbal bisa bermain dengan temannya menggunakan kursi roda yang sudah mulai reot. Bahkan untuk menaiki kursi roda itu Iqbal juga harus dibantu oleh temannya, begitu juga saat bermain juga harus didorong.

Mereka merupakan anak dari Azwardi (62). Kata Azwrdi. Dari enam orang anaknya, tiga yang mengalami hal yang serupa. Kondisi ini dialami semenjak anaknya berusia delapan bulan. Saat dalam kandungan dan hingga berumur delapan bulan itu mereka normal saja seperti anak biasanya.

“Anak saya ada enam orang. Dari nomor satu hingga yang ketiga sehat. Sementara Iqbal ini anak keempat dan dua adiknya mengalami penyakit tersebut,” kata Azwardi saat ditemui di kediamannya, Senin (19/10).

Diceritakan Azwardi, awalnya saat Iqbal berumur delapan bulan mulai mengalami patah tulang tangan. Saat mengalami patah tulang itu, Iqbal kemudian dibawa ke rumah sakit dan tempat ahli urut patah tulang. “Belum lagi sembuh tanganya, kemudian patah satu lagi,” katanya.

Kejadian itu tetap berlanjut sehingga Iqbal sampai saat ini sudah mengalami setidaknya 20 patah tulangnya. Begitu juga dengan dua adik Iqbal ini, juga mengalami kejadian serupa semenjak berumur delapan bulan juga.

“Anak saya, Dila ini waktu itu tulang tangannya ini bengkok dengan sendirinya, saat itu memang sangat kelihatan tangannya ini bergerak dan membengkok. Sampai sekarang tetap bengkok,” katanya.

Untuk pengobatan, kata Azwardi, sebelum Covid-19 ini tiga anaknya tersebut rutin pemeriksaan dan berobat ke Padang, namun saat pandemi ini maka pengobatan terpaksa dihentikan. ”Biasanya sekali tiga bulan ada kontrol, dan karena Covid-19 ini tidak ada lagi,” katanya.

Saat ini mereka hanya bisa menghabiskan waktu dengan menonton televisi dan bermain samartphone, karena tidak bisa bermain seperti anak biasanya. Jika ingin buang air kecil atau BAB, mereka menghidupkan kran air dengan menggunakan sebilah kayu dan buang air ditempat yang sudah dimodifikasi oleh sang ayah.

Azwardi dan dibantu anak perempuanya nomor dua yang selalu setia merawat tiga bocah malang ini, setelah ibu dari anak-anak itu meninggal dunia sekitar 10 tahun lalu. Dulu, Iqbal dan dua adiknya ini mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial untuk biayanya. Namun bantuan itu terputus semenjak dua tahun terakhir, beruntung dan Iqbal dan Ridwan mendapatkan BLT dari Kemensos semenjak Covid-19 ini.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Kota Pariaman, Bripka Subur Praitno, menyampaikan, tiga warga binaannya ini sangat membutuhkan uluran tangan bagi dermawan untuk membantu biaya pengobatan dan sebagainya.

“Kondisi saat ini kita berharap ada bantuan dari pemerintah atau dermawan untuk meringankan beban dan biaya berobatnya. Khusus untuk Iqbal sendiri sangat membutuhkan kursi roda yang lebih layak lagi. Karena dengan menggunkan kursi roda saat ini sangat beresiko karena kursi rodanya sudah agak rusak,” ungkap Subur. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional