Close

3.956 Makam bakal Dibongkar dan Diisi Jenazah Baru, Nunggak Bayar Retribusi Bertahun-tahun, DLH Kota Padang Beri Tenggat Waktu Pembayaran  31 November

PENGURUSAN MAKAM— Warga Kota Padang ramai mengunjungi UPTD Pemakaman di TPU Tunggul Hitam, Kamis (28/10) untuk melakukan pengurusan makam dan pembayaran. (inset) Pengumuman ditempelkan pihak UPTD untuk batas pembayaran tunggakan makam oleh keluarga atau pihak ahli waris.

BALAI BARU, METRO–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memberikan peringa­tan kepada semua masyarakat Kota Padang dan luar Kota Padang yang memiliki makam keluarganya  di TPU Tunggul Hitam, TPU Aia Dingin dan TPU Bungus. Pihak ahli waris atau keluarga di­minta segera memba­yar­kan retribusi makam.

“Karena bagi makam yang menunggak pemba­yaran akan dibongkar dan diisi dengan jenazah baru (tumpang sari),” kata Ke­pala DLH Kota Padang Mairizon, Kamis (28/10).

Pengumuman ini  ditan­datangani oleh Wali Kota Padang Hendri Septa, per tanggal 28 Oktober 2021. Dimana dalam pengu­mu­man itu diberitahukan, pa­ling lambat keluarga pe­milik makam harus mem­ba­yar tunggakan sampai 31 November mendatang. Jika tidak datang melapor dan membayar tunggaka  retribusi, maka makam yang bersangkutan akan ditumpangsarikan dengan jenazah lain.

Mairizon mengatakan, saat ini jumlah makam yang menunggak bayar di tiga lokasi pemakaman umum tersebut adalah se­ba­nyak 3.956 makam. Ter­diri dari 3.442 makam di TPU Tung­gul Hitam, 300 makam di TPU Aia Dingin dan 214 makam di TPU Bungus.

Dari jumlah tersebut, ada makam tunggakannya mencapai 10 tahun lebih. Padahal retribusi yang di­pungut sangat kecil yakni Rp150 ribu per 2 tahun.

“Kita yakin masyarakat mau bayar. Cuma karena karena ketidaktahuan me­reka, akhirnya dibiarkan menunggak selama ber­tahun-tahun,” kata Mai­rizon.

Sebagai solusinya, DLH Padang menyediakan reke­ning khusus penampung pem­bayaran retribusi ma­kam. Yakni, 1000.0101. 00594-1.

Masyarakat bisa transfer ke rekening tersebut, jika lokasinya berada  jauh dan tidak sempat ke UPTD untuk melakukan me­nye­torkan retibusi. Untuk mem­permudah komuni­kasi dengan petugas pem­bayaran di UPTD pema­kaman, pihaknya juga me­nyediakan layanan konfir­masi ke Whatsup dengan nomor 085365266567 atau ke 081363327796.

Lebih jauh Mairizon menyebutkan, langkah tum­pang sari ini diambil juga dengan alasan makin terbatasnya lokasi pema­kaman di kota Padang. Yang mana saat ini, untuk TPU Tunggul Hitam dan Aia Dingin sudah penuh dan hanya bisa tumpang sari.

Sementara TPU Bu­ngus masih ada lokasi yang tersisa, cuma kurang dimi­nati masyarakat karena lokasinya terlalu jauh.

Secara otomatis, bagi jenazah yang tidak bisa ditampung di makam kaum, bisa dikubur di TPU Tunggul Hitam atau Aia Dingin, namun dengan sis­tem tum­pang sari. Yakni dengan memanfaatkan makam yang menunggak retribusi  selama bertahun-tahun.

“Makamnya kita bong­kar, kita isi dengan jenazah baru. Namun tulang belu­lang jenazah lama, tetap kita biarkan di sana bersa­maan dengan jenazah ba­ru,” terang Mairizon.

Pemberlakuan tunpang sari ini, terhitung sesudah tanggal 31 November 2021 mendatang. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top