Menu

29 Laga Tak Terkalahkan

  Dibaca : 288 kali
29 Laga Tak Terkalahkan
pangkalan— Pembangunan pangkalan angkot di Jalan M Yamin, Pasar Raya Padang belum kunjung tuntas. Pangkalan ini, juga dinilai belum mampu mengurai kemacetan di Pasar Raya.

Barcelona's players celebrate after Wilfrid Kaptoum tapped home the leveller with five minutes to go

Barcelona maju ke final Copa del Rey setelah bermain imbang 1-1 dengan Valencia dalam laga semi final leg kedua. Hasil seri tersebut turut menciptakan sebuah rekor bagi klub Catalan itu.

Menyambangi Mestalla, Kamis (11/2), Barca tampil tanpa sebagian pemain bintangnya seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar, Andres Iniesta, Javier Mascherano, dan Gerard Pique. Pasalnya, Blaugrana tinggal menjalani ”laga formalitas” setelah menang telak 7-0 di leg pertama.

Valencia, yang mencoba mengembalikan harga dirinya, memecah kebuntuan setelah Alvaro Negredo menaklukkan penjagaan kiper Barca Marc-Andre Ter Stegen di menit ke-39. Keunggulan Los Che bertahan sampai menit-menit akhir babak kedua.

Akan tetapi, Barca berhasil membuat gol balasan melalui Wilfrid Kaptoum di menit ke-84 untuk memaksakan laga berakhir imbang.

Dicatat InfostradaLive, Barca kini tidak terkalahkan dalam 29 pertandingan kompetitif yang mematahkan rekor sebelumnya di era kepelatihan Josep Guardiola pada 2010-11. Ini adalah rentetan tanpa kalah terlama Barca dalam sejarah klub.

Kekalahan terakhir Barca terjadi pada awal Oktober 2015. Ketika itu tim yang dibesut Luis Enrique ini tumbang dengan skor 1-2 di markas Sevilla dalam lanjutan La Liga. ”Apakah rekor ini target kami? Terus terang tidak. Target kami adalah memenangi banyak piala di akhir musim,” kata gelandang Barca Ivan Rakitic seusai pertandingan.

Sementara, ada pemandangan tak biasa ketika Luis Enrique, yang biasanya ekspresif di pinggir lapangan, cenderung diam sepanjang laga. Padahal, Enrique baru saja menciptakan rekor baru bagi Barca, tak terkalahkan di 29 laga beruntun, melewati catatan Pep Guardiola sebelumnya.

Meski mampu mencatatkan rekor, ada yang tak biasa dari Enrique pada pertandingan. Jika Anda rutin menonton Barca sedari musim lalu, Enrique selalu berdiri di pinggir lapangan dan berteriak kepada para pemainnya seraya memberi instruksi.

Tapi tidak di laga tersebut ketika asistennya, Juan Carlos Unzue, yang justru lebih banyak mengambil peran Enrique. Soal keputusannya untuk “diam” tersebut, Enrique memberi jawaban.

”Ini karena masalah pada suaraku. Aku selalu kehilangan suara setiap tiga hari sekali. Bagaimanapun, Juan Carlos dan saya punya pemikiran sama dan bagaimana pun caranya dia membantu, saya ingin membiarkannya seperti itu,” sambungnya. (*/ren)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional