Menu

27 Miliar Lebih Selisih Tukin Guru Madrasah se Sumatera Barat Segera Dicairkan

  Dibaca : 107 kali
27 Miliar Lebih Selisih Tukin Guru Madrasah se Sumatera Barat Segera Dicairkan
H Syamsuir Plt Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar

PADANG, METRO–Sabar berbuah manis, penantian berujung bahagia. Ungkapan inilah yang patut dilafazkan guru madrasah se Sumatera Barat. Kementerian Agama telah menyetujui usulan pembayaran selisih tunjangan kinerja (tukin) guru dan dosen yang terutang sejak 2015 hingga 2018 ini.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wi­layah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H Syamsul Arifin, Jumat (25/6) menyampaikan sesuai instruksi Kementerian Agama RI agar seluruh pimpinan satuan kerja yang bertanggung jawab mempercepat pencairan anggaran ini sesuai dengan mekanisme dan regulasi keuangan yang berlaku.

Dikatakannya, dana yang telah disiapkan untuk pembayaran selisih tukin terhutang untuk Satker di bawah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat sebesar 27 Milyar lebih. Dimana dari total hasil Verval BPKP.  Ada 4.006 guru Madrasah se-Provinsi Sumatera Barat yang akan menerima seli­sih tukin tersebut.

Kabid menekankan bah­wa guru yang berhak menerima selisih tukin adalah PNS Kementerian Agama, tidak termasuk Guru DPK dari instansi lainnya dan pastinya yang sudah bersertifikat dan sudah (Verval) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.

 “Untuk guru yang meninggal bisa diterima oleh ahli waris dengan proses administrasi masing masing dimana setmingkal trakhir. Dan untuk yang beralih dari guru ke struktural maka  dihitung hingga berhenti menjadi guru dengan catatan sudah di verval,” jelasnya lagi.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Syamsuir saat dikonfirmasi terkait hal ini menyampaikan bahwa selisih tunjangan kinerja ini adalah hasil jerih payah dari para guru yang selama ini sudah mengabdi dengan sepenuh hati.

Plt Kakanwil mewanti-wanti kepada seluruh jajaran Kemenag bahkan kepala Madrasah agar tidak melakukan pemotongan, atau berbentuk sumbangan apapun kepada guru.

“Saya tidak mau nanti mendengar, kepala madrasah maupun jajaran Kemenag melakukan pemotongan atau berbentuk pungutan-pungutan lainnya. Apabila ditemukan maka kita akan tindak tegas hal tersebut,” tegasnya.

Disampaikannya kem­bali bahwa ini merupakan suatu bentuk motivasi da­lam bekerja sehingga lebih meningkatkan kwalitas hasil kerja para guru. “Semoga ini bisa memberi motivasi dalam mening­katkan skill, produktivitas dan kualitas para guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” harap Plt Kakanwil yang juga menjabat Kakan Kemenag Kab. Solok Selatan ini.

Kabar segera cairnya selisih tukin terutang ini disambut gembira para guru madrasah. Salah seorang guru, Andi Ardiman, misalnya, mengaku se­nang dengan kabar akan cair­nya selisih tukin ini. Mewakili guru lainnya, dia menyampaikan terima ka­sih kepada pemerintah.

“Harapan kedepannya agar pembayaran selisih tukin  ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, dan kami harapkan untuk pimpinan agar dapat mengawasi dan mengontrol pembayaran selisih Tukin ini,” ujar guru kelas di MIN 3 Kota Padang ini. (rel/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional