Menu

265 Penyu Lekang Dilepas dari Pasir Jambak

  Dibaca : 460 kali
265 Penyu Lekang Dilepas dari Pasir Jambak
PENYU— Pelepasan tukik atau penyu muda di Pantai Pasir Jambak, Kototangah, Padang, Kamis (16/7) sore.

KOTOTANGAH, METRO
Sebanyak 265 penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dilepasliarkan oleh komunitas penangkaran penyu di Pasir Jambak, Pasie Nan Tigo, Kototangah, Kamis (16/7) sore. Total sudah lebih dari 65 ribu penyu yang dilepaskan dari pantai di Samudera Hindia itu.

Sore itu, puluhan warga sekitar, jurnalis dan wisatawan turut mengikuti perjalanan pertama tukik — anak penyu tersebut. Sang pengelola konservasi Pati Hariyose selalu menginformasikan jelang pelepasan penyu. Kadang, ada komunitas-komunitas yang ramai datang, tak jarang juga hanya dia dan beberapa timnya saja yang melakukan kegiatan sosial itu.

“Sebenarnya kami akan melepaskan Minggu lalu, tapi cuaca tak mendukung. Badai besar, hujan lebat melanda Pasir Jambak. Tak mungkin rasanya melepaskan penyu saat cuaca seperti itu. Kami tunggu sampai tenang seperti saat ini,” kata Yose yang telah enam tahun memperjuangkan penangkaran penyu tersebut.

Menurut Yose, di Pasir Jambak, hanya ada penyu lekang, dari empat jenis penyu yang ada di Sumbar. Seperti penyu hijau, penyu sisik dan penyu belimbing. “Penyu belimbing hanya ada di Kepulauan Mentawai. Karena lebih sensisitif terhadap manusia, hanya mampu singgah di pantai pulau-pulau terpencil saja,” kata Yose memberikan edukasi kepada pengunjung pantai.

Sampai hari ini, Yose masih berjuang menyosialisasikan larangan mengonsumsi dan memperdagangkan telur penyu. Pasalnya, masih banyak yang mengambil telur penyu dan mengonsumsinya. “Kami harus membelinya dari warga yang menemukannya. Tak mungkin rasanya hanya menggunakan aturan hukum untuk melarang, karena warga juga butuh uang,” katanya.

Kata Yose, hukum yang ada di Indonesia, perdagangan telur penyu adalah kegiatan ilegal. Dalam UU nomor 5 tahun 1990 disebutkan bahwa pelaku perdagangan satwa dilindungi termasuk telur penyu bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

“Kami ingin pemerintah daerah lebih serius memberantas hal ini. Kalau perlu juga dibarengi dengan Tipiring (Tindak Pidana Ringan),” kata Yose yang terus mengampanyekan larangan memakan telur penyu karena juga merusak kesehatan. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional