Menu

24 Orang Keracunan Pangek Ikan, 1 Tewas

  Dibaca : 570 kali
24 Orang Keracunan Pangek Ikan, 1 Tewas
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
Racun

ilustrasi

TANAHDATAR, METRO–Penganan pangek ikan yang biasa dijual di Pasar Batusangkar menjadi duka bagi sejumlah warga Pakarak, Pagaruyuang, Kabupaten Tanahdatar. Sekitar 24 warga keracunan usai memakan pangek. Dan, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Keracunan massal ini bermula ketika salah satu korban, Elfa Yendri (44), warga Pakarak, Pagaruyuang, merasakan mual dan pusing setelah memakan pangek ikan yang dibeli dari Pasar Batusangkar, Kamis (14/1) lalu. Ia memakan pangek bersama suami serta kedua anaknya.

”Saya setelah pusing dan mual, kami sekeluarga muntah-muntah hingga berulang kali. Kejadian serupa ternyata dialami oleh puluhan warga lain,” ungkap Elfa kepada POSMETRO, saat dirawat di RSUD Ali Hanafiah.
Awalnya Elfa mengaku tidak tahu kenapa ia pusing hingga muntah-muntah. Bahkan, beberapa orang warga juga mengalami dehidrasi karena muntah berulang kali serta buang air besar berkali-kali.

”Saya makan pangek ikan itu, Kamis siang lalu. Pada malam harinya, saya mengalami mencret dan muntah. Semula saya duga masuk angin biasa sehingga saya beli obat mencret. Namun, keesokan harinya, saya merasa mual dan pusing. Begitu juga warga kampung yang lain,” jelas Elfa.

Elfa menyebutkan, kondisi suaminya lebih parah lagi. Suami elfa mengalami demam tinggi sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tidak lama kemudian, Elfa beserta kedua anaknya juga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Ali Hanafiah, begitu juga dengan puluhan warga lain.

Dijelaskan Kepala IGD RSUD Ali Hanafiah, dr Ardian puluhan warga korban keracunan diduga akibat mengonsumsi makanan yang sudah basi. Akibatnya puluhan warga terinfeksi virus, apalagi makanan tersebut tidak dikemas secara rapi.

”Pasien yang datang langsung diinfus untuk menjaga agar tidak dehidrasi. diduga mereka mengkonsumsi makanan basi. Gejala keracunan makanan terlihat pada semua korban. Rata-rata mengalami mual, pusing dan muntah-muntah,” jelas dr Ardian bersama tim medis yang merawat pasien keracunan, Minggu (17/1).

Meski belum diketahui penyebab pasti, namun dugaan sementara pangek ikan yang dimakan korban sudah basi, dan menjadi pemicu. “Dari 24 pasien yang keracunan itu ada yang sudah pulang dan sebagiannya kita inapkan di rumah sakit ini untuk dirawat intensif,” pungkasnya.

Kapolres Tanahdatar AKBP Irfa Asrul Hanafi mengatakan, kasus keracunan warga masih dalam penyelidikan. Informasi dari warga dan pasien telah dikumpulkan. “Laporan resmi dari para korban belum diterima. Sementara sisa makanan yang dikonsumsi para korban sudah diamankan di Mapolres,” jelas AKBP Irfa.

Direncanakan, sisa makanan yang dikonsumsi warga dikirim Labfor Senin (18/1) untuk memastikan kandungan apa yang terdapat pada makanan pangek ikan tersebut.

Sementara dari sejumlah korban terdapat salah seorangnya meninggal dunia atas nama Syamsuar (56) warga Jorong Kampuang Tangah, Nagari Pagaruyung, Tanahdatar. Namun korban tersebut juga punya riwayat penyakit asma.

“Seharusnya kita lakukan autopsi, tapi ditolak pihak keluarga,” kata kapolres. (n)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional