Menu

23 Polisi Dipecat Gara-gara Narkoba dan Tindak Pidana

  Dibaca : 415 kali
23 Polisi Dipecat Gara-gara Narkoba dan Tindak Pidana
Ilustrasi

PADANG, METRO
Sepanjang tahun 2020, sebanyak 23 personel Polisi di Sumbar diberhentikan secara tidak hormat dari kedinasannya alias dipecat. Pemecatan itu lantara personel tersebut terlibat penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana lainnya.

“Terkait jumlah personel yang dipecat, pada tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini ada 23 personel yang mendapat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sedangkan tahun 2019, hanya 11 orang,” kata Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto saat konferensi pers akhir tahun, Kamis (31/12).

Diakui Irjen Pol Toni, peningkatan jumlah personel yang mendapat PTDH bukanlah sebuah prestasi. Melainkan, dirinya selaku pimpinan tertinggi Polri di Sumbar merasa malu, karena masih ada personel yang nekat melakukan tindak pidana.

“Saya malu selaku pimpinan. Terlepas dari itu, upaya pemecatan bagi personel sebagai bentuk ketegasan terhadap anggota yang berani terlibat narkoba atau tindak pidana. Kami tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan terutama narkoba. Kami akan pecat langsung bila terlibat,” ungkap Irjen Pol Toni.

Ditambahkan Irjen Pol Toni, ke-23 personel yang dipecat merupakan Bintara Polri. Pemecatan juga sekaligus memberikan efek jera terhadap personel lainnya. Namun, tiga personel perwira lainnya juga diproses lantaran terlibat sebagai calo dalam kelulusan penerimaan anggota Polri.

“Yang terlibat dindak pidana, 17 personel terdiri dari tiga perwira pertama dan 14 bintara. Pelanggaran disiplin, 202 orang terdiri dari enam perwira menengah, 28 perwira pertama dan 223 bintara serta seorang ASN Polri. Pelanggaran kode etik, 55 personel yang terdiri dari tiga perwira menengah, enam perwira pertama dan 46 bintara,” pungkas Irjen Pol Toni. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional