Menu

227 Ha Sawah Terancam Gagal Panen di Ka­bupaten Agam

  Dibaca : 99 kali
227 Ha Sawah Terancam Gagal Panen di Ka­bupaten Agam
Serangan hama wereng salah satu kendala besar bagi petani dalam meningkatkan hasil produksi padi di lahan mereka. Bahkan, bisa menyebabkan gagal panen jika telat ditangani. Bahkan, di Kabupaten Agam sendiri seluas 227 hektare sawah masyarakat terdampak serangan hama wereng ini, yang tercatat sejak Januari-Juni 2021.

AGAM, METRO–Serangan hama we­reng salah satu kendala besar bagi petani dalam meningkatkan hasil pro­duksi padi di lahan mereka. Bahkan, bisa menyebab­kan gagal panen jika telat ditangani. Bahkan, di Ka­bupaten Agam sendiri se­luas 227 hektare sawah masyarakat terdampak serangan hama wereng ini, yang tercatat sejak Ja­nuari-Juni 2021.

“Berdasarkan laporan petugas Pengendali Orga­nisme Pengganggu Tum­buhan (POPT), jumlah itu tersebar pada beberapa kecamatan di Kabupaten Agam,” ujar Kadis Perta­nian Agam Arief Restu, Selasa (17/8).

Ia merinci, serangan hama wereng ini terjadi di Kecamatan Tanjung Mu­tiara seluas 27 hektar, Am­pek Nagari 50 hektare dan terluas di Kecamatan Lu­buk Basung 150 hektare. “Meski belum sampai ke taraf puso atau gagal pa­nen, namun berdampak pada penurunan produksi padi kita di Kabupaten Agam,” sebut Arief.

Mengantisipasi hal ini, Dinas Pertanian Agam be­kerjasama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Barat, untuk melakukan Gerakan Pengendalian (Ger­dal) di beberapa lahan sawah milik Kelompok Tani Sawah Laweh Nagari Lu­buk Basung dan Kelompok Tani Sri Antokan Nagari Garagahan, Kecamatan Lu­buk Basung, Jumat (13/8).. “Luas serangan hama we­reng didua kelompok itu mencapai 2,25 ha, dengan luas areal terancam dan kemungkinan terserang se­luas 26 hektar,” jelas Arief.

Arief menjelaskan, pe­ngedalian OPT melalui Ger­­dal memang tidak bisa total, sehingga perlu dila­kukan secara rutin dan berkelanjutan. Kemudian diimbangi dengan penge­dalian dan pencegahan secara alami, dengan me­nanam tanaman refugia disekitar areal persa­wa­han sebagai rumah musuh alami hama wereng.

Di samping itu, untuk memutus mata rantai pe­nyebaran hama wereng, selain terus melakukan penyuluhan tentang pema­haman bahaya serangan hama, ia juga mengimbau petani untuk mengganti varietas tanaman padi d­e­ngan bibit unggul yang tahan dari serangan hama tersebut.

“Mengganti varietas yang tahan serangan hama wereng cara paling tepat untuk dilakukan, agar tidak kembali diserang OPT. Jika tidak, maka setiap tahun padi petani akan terus te­rancam serangan hama wereng,” terang Arief.

Arief mengaku telah menyampaikan ke seluruh jajaran petugas agar lebih intensif melakukan kegia­tan pengamatan, waspada dan gerak cepat melaku­kan tindakan pengendalian OPT sesegera mungkin. “Upaya itu dilakukan agar kejadian serangan OPT seperti wereng coklat ini, tidak meluas dan meng­ganggu produksi padi kita,” ulas Arief. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional