Menu

22 April hingga 24 Mei Dilarang Mudik

  Dibaca : 123 kali
22 April hingga 24 Mei Dilarang Mudik
DIWAWANCARAI— Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto diwawancarai wartawan usai mengadakan rapat dengan Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota terkait penerapan larangan mudik Lebaran.

PADANG, METRO
Antisipasi mobilitas masyarakat yang melakukan aktivitas mudik lebaran 1442 Hijriah, Polda Sumbar mendirikan 10 pos penyekatan di wilayah perbatasan. Nantinya, setiap pos penyekatan akan ditempatkan personel gabungan yang akan menjaga selama 24 jam penuh.

Untuk mematangkan segala persiapan aturan itu, Polda Sumbar bersama lintas sektoral menggelar rapat bersama, Kamis (22/4). Rapat yang diselenggarakan di Mapolda Sumbar ini dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumbar.

“(Rapat) ini menyikapi kesiapan pengamanan Idul Fitri dan larangan mudik. Makanya pemahaman ini perlu disamakan dahulu dengan instansi lain,” ujar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto diwawancarai usai rapat.

Irjen Pol Toni menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil kebijakan untuk larang mudik lebaran yang dipercepat mulai tanggal 22 April hingga 24 Mei. Pihaknya dalam hal ini akan mengambil langkah-langkah teknis yang telah dipersiapkan.

Salah satunya, kata dia, langkah persiapan yang diambil tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya. Seperti upaya penyekatan di wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi tetangga.

“Siang ini saya meminta Gubernur untuk memimpin rapat dengan Bupati dan Wali Kota. Supaya informasi ini bisa dimengerti dan sosialisasi kegiatan pengamanan Idul Fitri dan larangan mudik dapat tersosialisasikan,” jelasnya.

Toni mengungkapkan bahwa trend perkembangan covid-19 saat ini assessment untuk wilayah Sumbar nomor empat tertinggi. Begitupun penambahan kasus positif terus terjadi. “Ini upaya untuk pengamanan Idul Fitri sekaligus untuk mencegah penyebaran covid-19,” katanya.

Tempatkan Personel di Jalur Tikus
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengungkapkan, 10 pos penyekatan ini dilakukan di tujuh wilayah polres. Pos penyekatan akan menjaga pintu masuk darat wilayah Sumbar.

“Perbatasan antara provinsi Jambi, Riau, Bengkulu hingga Sumut. Nanti setiap pos ditempatkan personel dibantu instansi lainnya. Mereka ini akan mengalau para pemudik yang masih nekat untuk mudik agar kembali ke rumahnya masing-masing,” ucapnya.

Satake Bayu menegaskan pihaknya juga mengantisipasi jalur alternatif atau jalur tikus yang mungkin dimanfaatkan para pemudik. Personel akan disiapkan di jalur alternatif tersebut.

“Terutama di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota banyak jalur tikus, personel akan kami siagakan juga. Penjagaan di jalur tikus untuk memastikan tidak ada pemudik yang lolos dari pengawasan kita,” tuturnya.

Larangan Mudik Bergeser 22 April hingga 24 Mei
Pemerintah mempercepat larangan mudik mulai hari ini pada Kamis, 22 April hingga 24 Mei 2021. Aturan itu sudah dituangkan lewat Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan.

Percepatan peniadaan mudik itu dilakukan karena pemerintah melihat sejumlah warga masih nekat memilih mudik sebelum 6 Mei 2021. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo itu menyebutkan terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang akan meningkatkan risiko laju penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan hasil Survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik Selama Masa Lebaran 2021 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI ditemukan bahwa masih adanya sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik Idul Fitri.

“Bahwa dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 berdasarkan pertimbangan perlu dibentuk Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” tegas surat pernyataan tersebut.

Addendum surat tersebut mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). Sementara selama masa peniadaan mudik 6 -17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

“Sebagai langkah mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan,” tegas Doni. (rgr/jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional