Close

2021, BPR Syariah Jam Gadang Raup Laba Rp954 Juta

RUPS BPR— PT. Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Jam Gadang gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021, di Hotel Rocky.

BUKITTINGGI, METRO–PT. Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah Jam Gadang gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2021, di Hotel Rocky, Kamis (17/02). RUPS dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi dan dihadiri para pemegang saham.

Komisaris Utama PT. BPR Syariah Jam Gadang, Rismal Hadi, didampingi Komisari, Uskavinov, menjelaskan, RUPS tahun 2021 ini, membahas tutup buku tahun 2021. Dimana, untuk tahun ini, merupakan RUPS perdana setelah BPR Jam Gadang dikonfersi menjadi BPR Syariah Jam Gadang.

Total aset yang telah tercapai oleh PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 50.656.653.730 atau 110,58 % dari rencana kerja yang dianggarkan sebesar Rp 45.808. 981.000,-. Pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 35.975. 076.887 atau 106.274% dari rencana kerja yang dianggarkan sebesar Rp 33.851.682.000. Simpanan sebesar Rp 42.095.371.297 atau 119.20% dari rencana bisnis yang ditetapkan sebesar Rp 35.314.207.000,-

”Sedangkan perolehan laba sebelum pajak dan zakat diga­bung antara konvensional dan Syariah sebesar Rp 954.999.895 atau 103,03% dari target yang direncanakan sebesar Rp 926, 917,000,,” ungkapnya.

Direktur Utama PT. BPR Syariah Jam Gadang, Feri Irawan, menjelaskan, saat ini BPR Syariah Jam Gadang, memiloki 32 orang karyawan dan 5 kantor.

”Hingga 31 Desember 2021, total nasabah tabungan sebanyak 22.198 rekening yang masih aktif. Saat ini juga terdapat 107 pemegang saham,” jelasnya.

Untuk tahun 2022 ini, lanjut Feri, BPRS Jam Gadang, menargetkan laba sebesar Rp 1,2 milyar lebih. Selain itu, juga akan diluncurkan program tabungan Utsman, untuk membantu permo­dalan bagi UMKM yang ada di Bukittinggi.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, selaku pemegang saham pengendali menyampaikan, pada tahun 2022 ini, pemerintah kota telah menyetujui anggaran untuk penambahan penyertaan modal ke BPRS Jam Gadang sebesar Rp 3 milyar. Sehingga sejak awal hingga tahun 2022 ini, sebanyak Rp 5 milyar lebih modal telah disetorkan oleh Pemko Bukittinggi.

Berdasarkan Perda, total penambahan modal Rp 9 milyar lebih. Untuk tahun ini, sesuai kesepakatan dengan DPRD, penambahan modal dapat diberikan sebesar Rp 3 miliar,” ungkap Wako.

Perkembangan BPRS Jam Ga­dang juga semakin baik, mulai dari pembiayaan di sektor ekono­mi, sektor UMKM lalu juga pertumbuhan tabungan masyarakat dan juga peningkatan kesejahteraan bagi seluruh pegawai dan juga meningkatkan kegiatan untuk kepercayaan terhadap brand BPR Syariah Jam Gadang di ting­kat kota Bukittinggi dan Sumatra Barat.

”Dalam RUPS tahunan BPR Syariah Jam Gadang, menyepakati untuk BPR Syariah Jam Gadang ini menambah layanannya dan memperluas marketnya, ekspansi bisnis target Sumatera Barat,” ujar Erman Safar.

Terkait Tabungan Utsman, Wako menjelaskan, bahwa progran itu merupakan kolaborasi APBD dengan BUMD BPR Syariah Jam Gadang, untuk menjawab kebutuhan modal masyarakat di masa pandemi ini.

”Beberapa waktu kedepan, kita juga akan luncurkan prigram tabungan Utsman. Alhamdulillah semua pemegang saham juga sudah se­tuju. Tabungan Usman ini ma­sya­rakat sudah menunggu. Saat ini kita masih menunggu selesainya hasil evaluasi Gubernur terkait perwako nya,” jelas Erman. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top