Menu

2021, Bank Nagari bakal Salurkan KUR Rp 1,2 Triliun

  Dibaca : 229 kali
2021, Bank Nagari bakal Salurkan KUR Rp 1,2 Triliun
M Irsyad, Direktur Utama Bank Nagari dan Gusti Candra, Direktur Kredit dan Syariah.

PADANG, METRO
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) 2021. Tak tanggung-tanggung, pagu dana yang akan disalurkan mencapai Rp 1,2 triliun. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis menumbuhkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari Muhammad Irsyad dan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra, Senin (4/1) mengatakan, masyarakat atau nasabah akan dilayani baik dengan pola bank konvensional (seperti biasa) maupun dengan pola syariah. “Tahun 2020 dilalui dengan pencapaian penyaluran KUR sangat baik mencapai Rp1,07 triliun atau 100% dari target alokasi yang diberikan pemerintah. Karena itu 2021 kita kembali mendapatkan kepercayaan lebih,” kata M Irsyad.

Realisasi tersebut, katanya, meliputi KUR Kecil Rp974,5 miliar dengan dengan debitur 5.088 orang, KUR Mikro Rp91,9 miliar dengan debitur 2.944 orang dan KUR Super Mikro Rp2,2 miliar dengan debitur 226 orang. “Keberhasilan tersebut mendapatkan apresiasi dari Pemerintah sehingga melalui surat Kementerian Koordinator Perekonomian RI nomor B/KUR/338/D.I.M.EKON/12/2020 tanggal 30 Desember 2020,” katanya.

Bank Nagari, sebutnya, diberikan plafond penyaluran KUR tahun 2021 sebesar Rp1,2 triliun atau lebih tinggi Rp200 miliar dari pagu tahun 2020 yang sebesar Rp1,07 triliun. “2021 terdiri dari KUR Super Mikro sebesar Rp12 miliar, KUR Mikro sebesar Rp70 miliar dan KUR Kecil sebesar Rp1,118 triliun. Mulai tahun 2021 ini Bank Nagari juga mendapatkan kepercayaan menyalurkan KUR dengan pola syariah,” katanya.

M Irsyad menyebut, peraturan pemerintah yang berlaku tentang KUR, maka ketentuan plafond KUR Super Mikro adalah sampai dengan Rp10 juta per debitur, KUR Mikro di atas Rp10 juta sampai Rp50 juta per debitur dan KUR Kecil di atas Rp50 juta sampai Rp500 juta per debitur.

“KUR ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang mempunyai usaha produktif, baik itu masyarakat yang sudah mendapatkan KUR sebelumnya dan memenuhi syarat untuk mendapatkan tambahan kredit, maupun masyarakat sebelumnya belum mendapatkan KUR. Ketentuan KUR ini berlaku sama untuk semua Bank, karena pedomannya adalah ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian RI,” katanya.

Gusti Candra menambahkan, KUR dapat diberikan kepada seluruh sektor ekonomi dan lapangan usaha produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan perikanan, industri, pertambangan, perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan/minum, usaha-usaha terkait kepariwisataan, transportasi, komunikasi serta jasa-jasa dunia usaha dan kemasyarakatan.

“Ketersediaan skim KUR ini sangat sesuai dengan profil perekonomian Sumatera Barat yang didominasi oleh usaha klasifikasi UMKM, serta selaras dengan upaya membangkitkan sektor kepariwisataan berikut multiplier effect-nya yang selama ini menjadi salah satu andalan Sumbar,” katanya.

Gusti Candra menerangkan pemerintah tetap memberikan suku bunga/margin KUR tahun 2021 yang ringan kepada nasabah yaitu hanya sebesar/setara 6% per tahun atau hanya 0,5% per bulan. Di tengah-tengah upaya kebangkitan usaha dan recovery ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 ini, maka ketersedian akses pembiayaan usaha berupa modal kerja dan investasi melalui skim KUR ini, merupakan suatu peluang dan angin segar bagi masyarakat.

“Agar optimis dan bangkit kembali untuk menjalankan usahanya agar mampu bertahan dan menyesuaikan diri pada pola kehidupan sesuai adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

UMKM Belum Pulih
Muhammad Irsyad menginformasikan pemerintah telah memutuskan berkenaan dengan kondisi UMKM yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi Covid-19, maka pemerintah juga memberikan kebijakan perpanjangan tambahan subsidi bunga/margin KUR tahun 2021 sebesar 3% selama 6 bulan kepada penerima KUR kolektibilitas 1 dan 2 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Ketentuan Khusus KUR pada masa Covid-19.

“Dengan stimulus yang cukup memudahkan dari pemerintah tersebut, kami mengajak masyarakat pelaku usaha UMKM untuk bangkit kembali dan lebih bersemangat menjalankan usahanya melalui dukungan permodalan usaha melalui KUR,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, katanya, sejak awal tahun 2021 ini masyarakat yang membutuhkan KUR dapat mendatangi Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Bank Nagari yang tersebar di seluruh wilayah Sumbar. Atau dapat juga bertanya langsung kepada petugas kredit/pembiayaan lapangan Bank Nagari yang senantiasa berada di lapangan. Bank Nagari akan memberikan penjelasan dan edukasi yang sebaik-baiknya, serta proses KUR di Bank Nagari selama ini sudah berjalan dengan mudah dan proses pemberian keputusan yang cepat.

M Irsyad memohon dukungan dan sinergi dari Pemerintah Daerah melalui pejabat dan Dinas terkait untuk ikut melakukan sosialisasi dan pemberitahuan informasi tentang KUR Bank Nagari tahun 2021 ini kepada masyarakat yang membutuhkan, baik secara orang perorangan maupun edukasi dan informasi melalui koperasi, kelompok tani, dan komunitas ekonomi masyarakat lainnya.

“Harapan Bank Nagari tentunya selaras dengan harapan Pemerintah Daerah yaitu agar perekonomian dan daya beli masyarakat lebih bergerak sejak awal-awal tahun 2021 ini sehingga mampu mendongrak pertumbuhan ekonomi dibandingkan kondisi tahun 2020 yang mengalami tekanan cukup dalam,” tutupnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional