Close

2018, Kasus Laka Lantas Meningkat

DIKANDANGKAN— Ratusan kendaraan roda dua di wilayah hukum Polres Pariaman dikandangkan karena tidak memiliki dokumen surat menyurat.

PARIAMAN, METRO – Satuan Lintas (Satlantas) Polres Pariaman melansir kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di wilayah hukum (Wilkum) Polres meningkat pada tahun 2018 dibanding tahun 2017. Pada tahun 2018 jumlah kecelakaan (Laka) di Pariaman tercatat 170 kejadian atau meningkat sebanyak 15 kejadian jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 155 kejadian.

“Meski terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas di tahun 2018, jumlah korban meninggal dunia justru berkurang dibanding tahun 2017,” kata Kepala Satuan Lantas Polres Pariaman, AKP Dwi Yulianto, Kamis (3/1).

Ia mengatakan, sepanjang tahun 2017 tercatat sebanyak 26 orang korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Sedangkan di tahun 2018 cenderung menurun menjadi 18 orang korban meninggal dunia.

Lalu untuk tahun 2017 korban luka berat terdapat 38 orang dan luka ringan 294 orang, dengan total kerugian materi Rp263 juta.

Sementara, data kecelakaan lalu lintas di tahun 2018, untuk korban luka berat terjadi penurunan menjadi 32 orang dan luka ringan juga turun menjadi 285 orang, dengan total kerugian materi Rp239 juta. ”Rata-rata korban kecelakaan lalu lintas ditahun 2018 di dominasi oleh kalangan pelajar dengan rentang umur 16-21 tahun,” tutupnya.

Sepanjang tahun 2018 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman mengeluarkan sebanyak 5117 lembar surat tilang kepada pelanggar lalu lintas. Jumlah itu meningkat di banding tahun sebelumnya.

”Di tahun 2017 terdapat 4169 pelanggar lalin yang kita tilang semuanya, sedangkan 2018 jumlahnya meningkat jadi 5117,” ujar Kasat Lantas Polres Pariaman AKP Dwi Yulianto, Kamis (3/1).

Kata Dwi, dari data kecelakaan di tahun 2018 tersebut, Satlantas Polres Pariaman juga berhasil memetakan beberapa ruas jalan yang sering menjadi titik kecelakaan terbanyak dan beberapa titik yang menjadi kasus pelanggaran terbanyak.

Untuk tiga ruas jalan dengan kasus kecelakaan lalulintas terbanyak terdapat di Jalan Siti Manggopoh, Gasan, lalu mengikuti di Jalan Siti Manggopoh, Naras dan terakhir di Jalan Soekarno-Hatta, Kuraitaji. ”Rata-rata kecelakaan lalulintas yang ada tiga ruas jalan itu akibat human error,” tambahnya.

Sedangkan untuk kasus pelanggaran terbanyak di tahun 2018, diterangkan Dwi berada di bilangan Jalan Tugu Pahlawan, Nan Tongga, lalu di Jalan M. Yamin, Kampung Baru, dan terakhir di Jalan Syech Burhanuddin, Karan Aur.

“Tiga ruas ini merupakan ruas padat pendududuk, namun banyak pengendara yang belum melengkapi  surat-surat dan standar berkendara,” ujarnya. (z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top