Close

2018-2021, Angka Stunting Menurun di Padangpariaman

Mensosialisakan pengentasan stunting di Kabupaten Padangpariaman, kemarin, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan mengadakan talkshow dengan tema cegah stunting ditengah masyarakat dan dunia pendidikan sejak dini.

PDG.PARIAMAN, METRO–Mensosialisakan pe­ngen­tasan stunting di Ka­bupaten Padangpariaman, kemarin, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan mengadakan talkshow de­ngan tema cegah stunting ditengah masyarakat dan dunia pendidikan sejak dini. Adapun yang menjadi narasumber dalam talkshow ini yakninya Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman HYutiardi Rivai dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Anwar. Dalam paparannya Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi Rivai mengatakan pencegahan stunting merupakan tanggungjawab bersama yang harus saling berkoordinasi dan bekerjasama demi terwujudnya Kabupaten Padangpariaman berjaya. “Stunting merupakan kondisi anak dimana tumbuh kembangnya berbeda dengan u­sianya hal ini dipengaruhi oleh gizi mikro yang belum terpenuhi. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting dian­taranya jamban yang tidak sehat, rokok, asupan gizi keluarga yang kurang,” terangnya

Ia juga menambahkan terdapat 2 intervensi pen­cegahan stunting dian­ta­ranya intervensi spesifik meliputi tablet tambah da­rah, posyandu, dan pemanfaatkan buku KIA, yang kedua intervensi sensitif meliputi dukungan dari OPD terkait sehingga pe­ngentasan stunting dapat mencapai 70 persen jika dilakukan dengan cara ko­laborasi.

“Pemerintah Kabupaten Padangpariaman termasuk kedalam lokus stun­ting dari 5 Kabupaten se Sumatra Barat oleh ka­renanya Pemerintah Kabupaten Padangpariaman telah melakukan aksi secara bersama sebagai upaya dalam pencegahan stun­ting diantaranya Bapelitbangda telah melakukan analisasi dan pemetaan aksi, persiapan rencana yang akan dikerjakan dan OPD mana saja yang diikut sertakan, rembug stunting, pembuatan regulasi pen­cegahan stunting, pembinaan kader pembangunn masyarakat dari DPMD dengan konsep rumah sehat di tingkat nagari, sistim manajemen data dan publikasi stunting,” terangnya.

Sejak tahun 2018 hingga 2021 di Padangpariaman angka stunting bergerak menurun, dan merupakan perkembangan yang sa­ngat positif bagi kita semua, Padangpariaman memiliki 14 nagari lokus stunting dimana nagari lokus stunting ajukan review kegiatan dan akan dinilai secara nasional, ini merupakan keseriusan Pemerintah Padangpariaman untuk mening­katkan gizi masyarakat.

“Dinkes melakukan u­paya untuk 1000 HKP dipesankan kepada ibu hamil, meningkatkan dan  mencek kesehatan 4 kali selama masa kehamilan agar da­pat memantau melakui buku KIA tentang per­kem­bangan janin dan kesehatan ibu, apabila ada tenaga kesehatan memberikan informasi kelas ibu hamil dimana ini menjadi tanggungjawab ibu hamil untuk diri sendiri dan bayi, memberikan tablet penambah darah, dan apa saja yg tidak boleh dilakukan selama hamil. Usia 0-2 tahun merupakan umur untuk dipantau untuk tumbuh kem­bang, saat yang penting dengan memberikan asupan gizi termasuk pendukung tumbuh kembang untuk selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pa­dangpariaman H Anwar mengatakan program Disdikebud dalam upaya pen­cegahan stunting dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Padangpariaman berjaya telah melahirkan beberapa program diantaranya telah mengukuhkan bunda paud kecamatan dan nagari se Kabupa­ten Padangpariaman semoga bunda PAUD dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan pengelolaan PAUD dimana juga untuk peningkatan gizi anak usia dini.

“Pemerintah Kabupa­ten Padangpariaman juga telah mengeluarkan Pe­raturan Bupati  untuk pen­cegahan stunting dian­ta­ranya Perbup nomor 33 tahun 2021 tentang standar pelayanan minimal mengenyam PAUD satu tahun pra SD. Ini juga betujuan agar orang tua paham bahawa anak  usia 4 tahun hingga 6 tahun sebelum  SD mendapat ilmu di bang­ku pendidikan PAUD juga

Perbup 34 tahun 2021 tentang paud Holistik Integratif (HI) hal ini juga  untuk pencegahan stunting, peningkatan ilmu gizi, ke­sehatan,hubungan sosial anak bagaimana mereka belajar serta dukungan dari seluruh masyarakat sehingga upaya pengentasan stunting untuk kedepan.

“Dalam rangka me­ningkatkan pemahaman orang tua, dinas pendidikan juga menggelar kegiatan parenting pada pendidikan, kesehatan, dan karakter anak. Serta penyuluhan mendidik anak yang baik, soleh, dan pengenalan sosial lingkungan, peningkatan gizi, sosial keluarga dan akidah sehingga orang tua paham mendidik anak, disiplin dan kerja sama yang baik juga sebagai pe­laksanaan pendataan ke­sehatan anak di paud terkait perkembangan gizi dan mental, pembelajaran terkait stunting,” ungkapnya

“Bunda PAUD Padangpariaman juga sangat ber­komitmen dalam mensosialisasikan Perbup tersebut, termasuk dalam pembinaan bunda PAUD terkait  peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak. Kami juga meminta agar kecamatan diminta menganggarkan untuk kegiatan bunda paud ini,” jarnya.

Di sisi lain, PLT. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Riki Zakaria me­nyampaikan bahwa talkshow dengan tema pencegahan stunting merupakan salah satu keseriusan Pemerintah Daerah dalam usaha penurunan angka Stunting di Kabupaten Pa­dangpariaman.

“Kedepan kita akan me­­nginformasikan kepada masyarakat dengan me­nga­dakan talkshow dengan tema yang sama mengundang dinas terkait lainnya. Penyebarluasan informasi talkshow tersebut dilakukan melalui live youtube dan live instagram akun Humas Pemerintah Kabupaten Padangpariaman” tambahnya meng­akhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top