Menu

20 Tahun jadi Pemimpin Daerah, Nasrul Abit Tak Pernah Fitnah Orang

  Dibaca : 204 kali
20 Tahun jadi Pemimpin Daerah, Nasrul Abit Tak Pernah Fitnah Orang
MENGAMBIL SIRIAH— Nasrul Abit dan Indra Catri mengambil siriah dalam carano pada sebuah acara adat.

PARIAMAN, METRO
Sepanjang karier politiknya, Nasrul Abit tidak pernah memproduksi isu-isu negatif yang menyerang pribadi orang lain. Baginya, isu negatif sama dengan fitnah yang dilarang dalam agama.

“Sudah 20 tahun saya menjadi pemimpin daerah, 15 tahun di Pesisir Selatan dan lima tahun di provinsi, sekali pun saya tak pernah memfitnah orang lain,” kata Nasrul Abit di Pariaman, Kamis (22/10).

Nasrul Abit mengatakan bahwa ia tidak sekali dua kali diberitakan dengan isu negatif oleh orang lain, seperti mempergunakan ijazah palsu dan keturunan PKI. Ia membantah tuduhan-tuduhan itu dengan bukti yang kuat. Pada isu ijazah palsu, ia sudah membuktikannya hingga ke pengadilan bahwa ijazahnya asli. Kemudian, tentang tuduhan sebagai keturunan PKI, ia membantahnya dengan menjelaskan asal-usul ayahnya.

“Ayah saya asli Air Haji, Pesisir Selatan. Beliau imam di masjid selama puluhan tahun,” ujar NA yang pernah lima tahun jadi Wakil Bupati Pessel, 10 tahun jadi Bupati Pessel dan lima tahun jadi Wakil Gubernur Sumbar ini.

Meskipun difitnah, Nasrul Abit menyatakan bahwa ia tidak dendam kepada pihak yang memproduksi isu negatif tentang dirinya. Ia justru mendoakan mereka diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

Perihal pilkada, bagi Nasrul Abit, pilkada adalah waktunya untuk menjual ide, mengadu gagasan dan visi misi. Setelah itu, biarkan masyarakat yang menilai siapa yang akan dipilihnya dalam pemungutan suara nanti. “Ayo kita jalani tahapan pilkada 2020 ini dengan damai dan badunsanak,” ucapnya.

Kesalahan Akurat.co Fatal
Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri, menanggapi fitnah terhadap Nasrul Abit. Mereka membantah tuduhan Akurat.co yang menerbitkan berita berjudul “Salah Satu Cagub Sumbar Diisukan Keturunan PKI” pada Jumat (9/10).

Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit-Indra Catri, Supardi, mengatakan bahwa ada banyak kesalahan fatal dalam berita yang diterbitkan Akurat.co itu. Pertama, berita itu tidak memiliki narasumber. Isu dalam berita itu juga tidak diangkat dari isu yang beredar di tengah masyarakat. Selama ini tidak pernah keluarga Nasrul Abit dituduh terlibat PKI (Partai Komunis Indonesia). Jadi, penulis berita itu membuat isu bahwa ayah Nasrul Abit, Abit, terlibat PKI.

“Penulis berita itu hanya berlindung di balik kata kerja pasif dituding dan diterpa. Kata kerja pasif memang bisa digunakan untuk menyembunyikan pelaku suatu perbuatan atau kegiatan. Itulah yang dilakukan penulis berita tersebut untuk melindungi diri seolah-olah dia membuat berita itu berdasarkan isu yang beredar di tengah masyarakat, padahal dia sendiri yang menciptakan isu itu,” tuturnya, Selasa (20/10).

Pihaknya sangat menyangkan hal ini karena dilakukan oleh awak redaksi Akurat.co yang bernama Ridwansyah Rakhman. Dalam kolom redaksi Akurat.co, Ridwansyah Rakhman menjabat sebagai Redaktur Pelaksana. Dalam sebuah struktur organisasi media, idealnya posisi Redaktur Pelaksana diisi oleh wartawan yang berkualifikasi Wartawan Utama dari Uji Kompetensi Wartawan. Seorang Redaktur Pelaksana tentunya sudah paham bahwa berita yang tidak memiliki narasumber merupakan berita yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Kedua, berita itu tidak berimbang. Supardi mengatakan bahwa dalam berita tersebut Nasrul Abit dituduh oleh penulis berita itu sebagai keturunan PKI. Namun, penulis beritanya tidak mengonfirmasi Nasrul Abit untuk keberimbangan berita tersebut.

“Ini tidak dibenarkan dalam dunia jurnalistik. Dunia jurnalistik memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak yang beperkara untuk memberikan pernyataan/pembelaan. Dalam hal ini, Nasrul Abit hanya diserang sepihak tanpa diberi kesempatan untuk membela diri,” ujarnya.

Ketiga, berita itu berisi fitnah. Supardi menjelaskan bahwa fitnah pertama ialah tentang ayah Nasrul Abit, yakni Abit, yang dituduh sebagai orang Cina Sarolangun, Jambi. Faktanya, ayah Nasrul Abit merupakan orang Minang yang tinggal di Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Fitnah kedua ialah tentang ayah Nasrul Abit yang dituduh terlibat PKI golongan B.

“Tuduhan itu disebut fitnah karena tidak punya bukti. Faktanya, ayah Nasrul Abit tidak pernah terlibat PKI. Buktinya, Nasrul Abit menjadi PNS pada zaman Orde Baru. Pada zaman itu, keturunan PKI tidak bisa menjadi PNS,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat menyayangkan kesalahan fatal yang dilakukan oleh Akurat.co yang telah menayangkan berita tanpa klarifikasi itu. Penayangan berita itu dirasa sangat menyakitkan bagi masyarakat Sumbar karena pemimpin mereka difitnah sebagai anak keturunan PKI. Selama ini masyarakat Ranah Minang sangat cinta dan hormat kepada Nasrul Abit. Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya ia sebagai Bupati Pesisir Selatan dua periode dan Wakil Gubernur Sumbar 2015—2020. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional