Menu

20 Persen Kesehatan Hewan Kurban sudah Diperiksa Petugas Dinas Pertanian Kota Payakumbuh

  Dibaca : 67 kali
20 Persen Kesehatan Hewan Kurban sudah Diperiksa Petugas Dinas Pertanian Kota Payakumbuh
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mendistribusikan 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat dari tanggal 20 sampai tanggal 23 Juli 2021.

PAYAKUMBUH, METRO–Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, terus me­laku­kan pemeriksaan ter­hadap kesehatan hewan kurban yang ada di daerah tersebut, sekitar 20 persen sudah selesai. “Kita mulai melakukan pemeriksaan pada Senin (12/7), baru sekitar 20 persen hewan kurban yang baru dise­lesaikan pemerik­saan­nya,” kata Kepala UPTD Puskeswan Dinas Perta­nian Kota Payakumbuh Riche Hanny Z di Paya­kumbuh.

Dikatakan, penge­ce­kan kesehatan yang dila­ku­kan seperti memastikan hewan tersebut telah cu­kup umur untuk disem­belih, status reproduksi, dan lainnya. “Kalau yang dari luar Kota Paya­kum­buh akan kita tanya surat kesehatan hewannya dan surat lainnya dan kemu­dian kita periksa kese­hatan lainnya,” ungkap­nya.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hewan kur­ban yang dari segi kese­hatannya tidak layak un­tuk dijadikan hewan kur­ban.

Namun, ia mendapati masih ada panitia kurban yang menyiapkan sapi betina produktif untuk menjadi hewan kurban. “Kami telah menyaran­kan untuk menukarnya de­ngan sapi jantan dan kami langsung menjelaskan aturan penyembelihan ternak yang telah tertuang di undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kese­hatan Hewan pasal 18 ayat (4),” ujarnya.

Pemeriksaan diren­ca­na­kan akan dilakukan sam­pai dengan H-1 pelak­sana­an Idul Adha. Perki­raan jumlah hewan kurban yang akan disembelih pa­da ta­hun ini hampir sama de­ngan tahun sebelum­nya, yakni sekitar 18.000 ekor.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Pa­ya­kumbuh Depi Sastra mengatakan berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, penggunaan sapi betina untuk dijadikan hewan kurban masih tinggi.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kurban pada 2020, hanya 40 persen sapi jantan dan 60 persen yang dijadikan hewan kurban. “Ini yang harus kita so­siali­sasikan secara terus menerus kepada setiap pengurus masjid, mu­shal­la, dan pengurus kurban untuk menekan angka peng­gunaan sapi betina ketika hari raya kurban,” ujarnya.

Ia mengharapkan a­gar tahun ini penggunaan sapi jantan bisa lebih ba­nyak dari sapi betina se­bagai hewan kurban agar populasi sapi terus terja­ga. “Kebanyakan alasan­nya tentu karena harga sapi betina yang lebih murah dari sapi jantan,ini yang banyak menjadi ala­san oleh masyarakat ki­ta,” kata dia. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional