Menu

20 Ha Lahan Disediakan untuk Keltan, Generasi Milenial Malas jadi Petani

  Dibaca : 69 kali
20 Ha Lahan Disediakan untuk Keltan, Generasi Milenial Malas jadi Petani
Ilustrasi Petani

BANDABUEK, METRO – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar terus mencoba langkah-langkah baru untuk meningkatkan produksi pada kelompok tani yang beranggotakan generasi muda. Satu yang baru dilakukan dengan mengembangkan sistem bertani yang didukung melalui teknologi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggagas kelompok usaha tani yang anggotanya terdiri dari anak muda. Hal itu dilakukan agar generasi muda untuk tidak malu menjadi petani karena menjadi petani menguntungkan secara finansial.

Candra memaparkan, petani muda tersebut dihimpun dalam bentuk kelompok tani yang anggotanya lulusan anak muda sarjana pertanian.

Mereka dilibatkan mulai dari tanam, pengelolaan hingga panen hingga pemasaran. Ini adalah bentuk inovasi agar generasi tertarik dan suka untuk bertani.

“Kita terus menyokong kelompok petani muda ini dengan fasilitas dan alat pertanian yang lengkap. Selain itu transfer teknologi diarahkan kepada mereka yang masih muda tersebut, sehingga mereka tidak lagi berpandangan bertani itu kumuh,” kata Candra, kemarin.

Menariknya, ujar Candra, mereka dilibat dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI. Bahkan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menyediakan lahan seluas 20 hektare untuk dikelola oleh kelompok tani yang terdiri dari generasi muda ini.

“Tujuan kita agar kelompok tani tersebut menjadi percontohan di Sumbar bagi petani muda dalam mengelola lahan hingga pemasaran produk pertanian,” ucap Candra.

Candra berharap dengan sistem pertanian yang kelola anak muda ini menjadi pemicu dan semangat bagi generasi muda di Sumbar untuk bertani. Sesuai dengan perkembangan zaman, bertani berteknologi ini menjadi salah satu pilihan agar generasi muda terlibat bertani dan menjadi petani masa depan.

“Inilah yang kita coba lakukan, bagaimana meningkatkan kemampuan petani, bukan hanya sekedar petani namun juga menjadi petani pengusaha,” imbuh Candra.

Di sisi lain, tidak tertariknya generasi muda atau anak-anak milneial untuk bertani dipicu oleh berbagai faktor. Yaitu, lingkungan pendidikan di keluarga dan sekolah. Menurut dia lagi, selama ini yang berminat jadi petani adalah anak-anak yang tidak berpeluang sekolah lebih tinggi. Hal ini pun menjadi pilihan terakhir.

Terakhir, Candra menyarankan kepada generasi muda jika mereka betul-betul ingin menjadi petani maka harus ditanamkan jiwa untuk fokus, tidak main-main. Dan jangan segan mengeluarkan modal yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih besar pula. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional