Menu

2 Turis Jepang Dijambret di Depan Plaza Andalas

  Dibaca : 909 kali
2 Turis Jepang Dijambret di Depan Plaza Andalas
Mahyeldi-Audy saat debat Pilgub Sumbar.

jambret bermotor

PADANG, METRO–Saat pagelaran Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, Kota Padang menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Bahkan, setidaknya sekitar 1.500 warga asing ada di kota bengkuang ini sepanjang acara yang digelar 12-16 April, besok.

Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat kenyamanan para wisatawan. Pasalnya, masih saja ditemukan sejumlah aksi yang memalukan dilakukan, salah satunya tindak kriminal.

Informasi dihimpun POSMETRO, Kamis (14/4), masih ada saja warga negara asing (WNA) menjadi korban tindak kriminalitas di Padang. Seperti yang dialami oleh warga Jepang yang menjadi salah satu peserta MNEK 2016, di depan Plaza Andalas, Rabu (13/4). Parahnya, tidak seorangpun membantu warga asing tersebut saat dijambret.

Salah seorang saksi mata di lokasi saat ditanyai kemarin menyebut, saat kejadian ada dua orang wisatawan asal Jepang itu keluar dari Plaza Andalas (PA). Keduanya berniat untuk menunggu angkutan umum untuk kembali ke hotel. Saat itulah, seorang pemuda berperawakan kurus tampak mendekati kedua warga Jepang itu dan langsung merampas tasnya.

”Saya lihat kejadian itu. Orang Jepang itu berteriak-teriak, mungkin minta tolong. Tapi, tidak seorangpun mengerti bahasanya,” tutur Adi (24), salah seorang warga yang saat itu sedang ada di lokasi.

Mengetahui kejadian itu, Adi pun mendekat tapi tidak mengerti apa yang dikatakannya. Alhasil, kedua warga Jepang itu hanya bisa terdiam dan langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut. “Saat ditanyai, saya tidak mengerti bahasanya. Lalu setelah itu dia pergi,” ucapnya.

Kondisi memalukan ini sempat membuat heboh sejumlah akun media sosial. Tak ayal, banyak yang malu dengan perlakuan yang didapat oleh wisatawan tersebut di Kota Padang. Ada pula yang menyalahkan Pemko Padang karena tidak mampu memberikan perlindungan terhadap para wisatawan.

Namun hal tersebut dibantah langsung oleh Walikota Padang, Mahyeldi. Dia menyebut, pariwisata yang ada di Padang sudah berjalan sesuai dengan koridornya. Jika ada hal yang tidak menyenangkan, itu hanya isu. Kalau terjadi, harus ada bukti yang konkrit dan serahkan kepada instansi terkait biar ada penangannya.

“Mungkin itu hanya isu saja. Sejauh ini saya tidak mendapat laporan tentang hal tersebut. Jika memang terjadi, harusnya wisatawan itu bisa mendatangi panitia pelaksana acara dan membuat laporannya ke polisi,” papar Mahyeldi.

Ditambahkannya, kondisi pariwisata Padang yang tengah menanjak memang sering diterpa berbagai permasalahan. Namun, dia meminta masyarakat jangan terlalu cepat memamah semua informasi yang didapat. “Harus kroscek dulu baru menafsirkan,” tukasnya.

Terpisah, Kapolresta Padang, Kombes pol Wisnu Andyana membantah kalau pihaknya menolak laporan dari korban, dan sudah di cek ke seluruh jajaran, tidak ada delegasi Komodo Sail 2016 yang datang melapor menjadi korban jambret.

“Saya sudah cek keseluruh jajaran dan ketiga Ka SPKT yang bertugas menerima laporan. Sudah saya tanyai tidak ada satupun delegasi Komodo asal jepang yang datang melapor. Kita tidak akan menolak laporan dari siapapun, karena sudah kewajiban kita menerima laporan dari masyarakat,” kata Wisnu.
Berdampak Buruk ke Pariwisata

Terpisah, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Pengusaha Pariwisata Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan, jika memang ada kejadian seperti itu, berarti akan memberikan dampak buruk dan negatif terhadap pariwisata di Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya.

Dia menyebut, secara manajerial memang hal tersebut membuat malu dan juga bisa merusak pariwisata yang selama ini terkenal elok. “Tapi, kita belum tahu pasti apakah memang benar ada kejadian itu atau tidak. Tahunya kan cuma dari media sosial saja, belum terlihat buktinya,” tutur Ian saat dihubungi, Kamis siang.

Dikatakannya, permasalahan kriminal yang terjadi pada wisatawan juga tidak terjadi di Indonesia saja. Malah, ada beberapa negara yang sudah di-blacklist. (age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional