Menu

12 Titik Longsor Hantam Agam

  Dibaca : 1106 kali
12 Titik Longsor Hantam Agam
Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi
Longsor Agam

Longsor yang terjadi Sabtu (30/1) malam, menyebabkan satu unit rumah di Jorong Kampung Pisang, Nagari Koto panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, menimbun satu unit rumah warga. Kemarin, pemilik rumah mencoba mendekati rumah untuk mencari barang berharga yang masih tersisa.

AGAM, METRO–Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Agam sejak Sabtu (30/1), menyebabkan sejumlah wilayah longsor, sekitar pukul 19.30 WIB malam. Satu warga mengalami luka-luka, saat material longsor menimbun satu unit rumah di Kampung Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto. Selain tertimbun longsor, badan jalan juga terban sekitar 50 meter ke dalam ngarai.

Informasi dihimpun dari Camat IV Koto Rahmi Artati, selain di Kampung Pisang, satu unit rumah tertimpa longsor di daerah Sungai Jariang. Rumah milik Dahniar (74), rusak parah akibat ditimbun material longsor. Akibat kejadian itu, kerugian materi sekitar Rp500 juta. ”Untuk sementara korban sudah diungsikan ke tempat yang aman masih di daerah Sungai Jariang itu,” ungkap Rahmi kepada POSMETRO, Minggu (31/1).

Sementara Kapolsek IV Koto AKP Hendra Restu Adi menjelaskan, titik longsor terparah terjadi di daerah Kampung Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto. Material longsor dari atas bukit mengakibatkan dua bangunan tertimbun yang cukup parah.

”Warung semi permanen milik Ernis (60), jatuh bersama badan jalan ke dalam ngarai sedalam sekitar 10 meter. Untuk badan jalan yang terban sendiri sekitar 50 meter.  Walaupun tidak sampai ada korban jiwa, anak Ernis yaitu, Kasandra Gusti Ayu (28), tertimpa reruntahan bangunan yang menyebabkan luka di bagian kepala,” jelasnya.

Kemudian, rumah semi permanan berukuran 5×9 meter milik Rikisman (38), tertimbun tanah longsor setinggi 2 meter dengan panjang sekitar 50 meter, sehingga rumah tersebut roboh. Untung dalam kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa korban jiwa. Namun kerugian materi sekitar Rp75 juta.

Dijelaskan, untuk titik longsor yang cukup parah memang berada di Kampung Pisang dan penanganan pembersihan sudah diambil alih oleh pihak Kabupaten dengan menurunkan alat berat. Selain itu, pembersihan lokasi juga dilakukan oleh pihak BPBD, TNI, Polri serta masyarakat setempat.

”Kita mengimbau, dengan cuaca yang cukup ekstrem ini agar masyarakat waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi, terutama masyarakat yang berada di daerah rawan,” imbau Rahmi sembari menyebutkan, setidaknya terdapat delapan titik rawan longsor di Kecamatan IV Koto.

Sementara itu, data dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, ada 12 titik longsor. Di antaranya, titik longsor berada di Pantan menuju Ngarai Sianok, Kecamatan IV Koto, sebanyak enam titik dengan panjang 20 sampai 30 meter dan tinggi dua sampai dua meter. Titik longsor juga terjadi di Sitijo Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto sebanyak dua titik dengan ketinggian longsor sekitar satu sampai dua meter dan panjang sekitar 10 meter.

”Hingga kini, petugas gabungan BPBD melakukan pembersihan material longsor. Warga yang kehilangan tempat tinggal sudah mengungsi ke rumah sanak famili untuk sementara,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Yunaidi.

Sementara di Sungai Landia Nagari Sungai Landia Kecamatan Ampek Koto sebanyak satu titik dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi sekitar satu meter. Kemudian, tiitk longsor juga dijumpai di Kelok 12 Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Kelok 24 Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur sebanyak satu titik dengan panjang sekitar lima meter dan tinggi satu meter.

Selain itu, di Kampuang Melayu Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari sebanyak satu titik dengan panjang 10 sampai 14 meter dengan tinggi sekitar dua meter. “Untuk membersihkan material tersebut juga dikerahkan alat berat,” ungkap Yunaidi.

Tingkatkan Mitigasi

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sumbar akan memasang alat peringatan dini di daerah Kabupaten Agam. “Tahun ini kita memasang alat peringatan dini di beberapa titik di Agam. Diharapkan dapat meminimalisir potensi korban jiwa dan kerugian materi akibat banjir atau longsor,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Sumbar Zulfiatno.

Zulfiatno mengatakan, dipilihnya daerah Agam dikarenakan daerah ini sangat tinggi potensi banjir dan terutama longsor. Untuk pengadaannya, akan dilakukan pada Februari mendatang. “Dengan alat ini nantinya akan dengan mudah kita mendeteksi adanya pergerakan tanah,” katanya.

BPBD terus mengimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaannya terutama pada kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini. Apalagi masyarakat yang tinggal di daerah yang kontur tanahnya labil dan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Kita terus informasikan ke masyarakat. Selain itu untuk tim kebencanaan di daerah juga telah sering diimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan dan terus  menyiagakan peralatan kebencanaan. Kepada dinas terakait di kabupaten/kota juga diminta untuk terus membantu,” katanya. (wan/da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional