Close

2 Sekawan Spesialis Curanmor Ditangkap di Bukittinggi, Sempat Viral Mencuri di Asrama TNI, Belasan Motor Disita Polisi

MOTOR CURIAN— Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara memperlihatkan sepeda motor hasil curian yang disita dari penangkapan RS (28) dan R (28).

BUKITTINGGI,METRO–Sempat viral karena aksinya mencuri sepeda motor di Asrama TNI terekam CCTV, dua sekawan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polres Bukittinggi. Bahkan, kedua­nya sudah brhasil meng­gon­dol belasan sepeda mo­tor dalam kurun waktu lima bulan belakangan.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, penang­ka­pan dua dua spesialis cu­ran­mor ini berawal dari video yang viral meredar di media sosial tentang pencurian sepeda motor. Dimana aksinya dilakukan salah satunya lokasinya di Asrama TNI pada bulan April yang lalu.

“Kita melakukan pe­nye­lidikan setelah menda­pat­kan rekaman CCTV di salah satu TKP, maka ber­dasarkan rekaman CCTV itulah kita mencari iden­titas dan ke­beradaan pe­laku hingga berhasil di­tangkap,” kata AKBP Dody Prawiranegara, Kamis.(16/9)

AKBP Dody men­jelas­kan, kedua tersangka ma­sing-masing berinisial RS (28) dan R (28). Dalam aksinya, kedua tersangka me­ngan­dalkan kunci T un­tuk membawa kabur se­peda motor hasil curian. RS ditangkap lebih dulu be­berapa waktu lalu. Saat ditangkap dia menga­kui aksi pencurian itu dila­kukan bersama rekannya R.

“Tersangka RS ini me­nga­ku bahwa melakukan Curanmor tersebut tidak sendirian, RS bersama dengan pelaku R yang ber­profesi sebagai sopir de­ngan alamat yang sama di Birugo Bukittinggi. Dari penangkapan kedua pela­ku, kita menyita 12 unit sepeda motor hasil curian mereka di Bukittinggi dan Aga,,” ungkap AKBP Dody.

Menurutnya, dalam re­ka­man video pengintai itu pelaku melakukan ak­sinya saat bulan Ramadhan lalu sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku sempat dikejar oleh korban pemilik Beat Hitam BA 5304 LJ, tapi mampu melarikan diri dari komplek Asrama TNI AD itu.

“Ppelaku melakukan aksinya dengan meng­gu­na­kan kunci T yang telah dibuang oleh para ter­sang­ka. Komplotan mereka se­benarnya ada tiga, satu orang sudah menjalani hukuman di LP, dua pelaku ini juga adalah residivis yang baru bebas masing-masing 2018 dan 2019 lalu,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, Akp Allan Budi Kusumah mengatakan ada 12 sepeda motor yang sudah mereka curi dan enam di antaranya belum diketahui pemilik­nya.

“Kendaraan bodong hasil curian mereka itu kebanyakan dijual ke luar daerah, beberapa waktu lalu kita temukan di Paya­kumbuh, tetap waspada dengan kendaraan ma­sing-masing,” kata AKP Allan.

Dirincikan AKP Allan, sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya ada­lah Beat Hitam BA 2560 OI, Mio  Hitam BA 6513 BW, Beat Putih BA 3486 OM, Beat Biru BA 4736 MV, Revo Hi­tam BA 4429 FU, Mio Hijau Tanpa Plat Nomor.

“Tersangka dijerat de­ngan Pasal 363 ayat 1 4e, 5e KUHP dengan ancaman hu­kuman tujuh tahun pen­jara,” kata Allan menu­tupi.(pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top