Menu

2 Preman Pemalak Panti Asuhan di kawasan Ulak Karang Ditangkap, Modus sebagai Pemuda Setempat, Satu lagi masih DPO

  Dibaca : 509 kali
2 Preman Pemalak Panti Asuhan di kawasan Ulak Karang Ditangkap, Modus sebagai Pemuda Setempat, Satu lagi masih DPO
PEMALAK— Dua preman yang kerap memalak Panti Asuhan di Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara ditangkap Polisi.

PADANG, METRO–Dua preman yang kerap melakukan pemalakan dan pemerasan terhadap pengurus Panti Asuhan Rumah Singgah dan Thafidz Jasmine Nabila Inayah di kawasan Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, dua preman akhirnya berususan dengan Polisi.

Dua preman bernama Antos (39) warga Jalan Bahari Nomor 56 E RT 03, RW 3, Kelurahan Ulak Karang Selatan, serta Abdul Miseryman (47), warga Jalan Bunda Dalam, RT 004, RW 006, Kelurahan Ulak Karang Utara, ditangkap tim gabungan Intel dan Reskrim pada Rabu (23/6).

Sedangkan satu lagi rekannya bernama Adi masih dalam pencarian dan sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari hasil pemeriksaan, para preman ini meminta jatah dari bantuan donatur yang diberkan ke panti asuhan tersebut. Bahkan mereka juga mengancam pengurus panti asuhan jika tidak memenuhi permintaan mereka.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan, keduanya preman itu modusnya mengaku sebagai pemuda setempat dan melakukan pemalakan di Panti Asuhan yang dipimpin oleh Dewi Melinda, warga alan Sumatera Nomor E/7, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.

“Dari keterangan Ketua Panti Asuhan Dewi Melinda tersebut, sempat terjadi pemalakan oleh oknum pemuda setempat terhadapnya dengan cara meminta bagian dari bantuan dari donatur yang diterima oleh panti. Mereka meminta dengan paksaan dan ancaman,” kata Kombes Pol Imran.

Kombes Pol Imran menambahkan, kejadian pemalakan tersebut terjadi pada bulan puasa lalu, saat donatur datang mengantarkan bantuan ke panti. Saat itu pemuda tersebut meminta kepada pihak panti agar bantuan yang diantarkan oleh pihak donatur supaya diberikan kepada mereka sebagian.

“Waktu itu, pihak panti terpaksa memberikan bantuan dari donatur kepada pemuda tersebut berupa minuman kemasan sebanyak 8 botol. Total, selama bulan puasa pemuda tersebut datang ke panti sebanyak tiga kali meminta bantuan,” ungkap Kombes Pol Imran.

Diungkapkan Kombes Pol Imran, selain dari itu juga ada pula beberapa pemuda yang meminta bantuan ke pihak panti pada saat bulan puasa dengan alasan dari pemuda untuk memperbaiki drainase. Namun saat itu pihak panti tidak memberikan bantuan tetapi pemuda tersebut mengancam ketua panti.

“Mereka minta bantuan uang kepada pihak panti. Tapi, karena pihak panti tidak bersedia memberikan uang, mereka mengancam dengan mengatakan “Apabila ibuk tidak mau membayar, jangan salahkan kami apabila ada terjadi apa-apa di panti ini. Itu ancamannya,” ungkap Imran menirukan ucapan pemuda tersebut.

Lantaran kerap kena palak, Kombes Pol Imran menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan dan tim gabungan Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Padang Utara melakukan  pengembangan dan penindakan terhadap aksi premanisme tersebut.

“Dari informasi yang didapat, pelaku berjumlah 3 orang. Saat ini telah berhasil diamankan dua orang pelaku sementara satu orang masih DPO,” tutup Imran. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional