Close

2 Pemuda Ditangkap Gegara Bikin Bunting Pacar di Kota Padang, Korban Masih Bawah Umur, Diimingi Bakal Dinikahi, malah Tak Bertanggung Jawab

JUMPA PERS— Polda Sumbar menggelar jumpa pers kasus pencabulan anak di bawah umur, Jumat (3/12) yang menghadirkan dua pelaku dengan dua kasus berbeda yang menyebabkan korban hingga hamil 7 bulan.

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sum­bar menangkap dua pemuda yang tega mencabuli pacarnya yang masih berstatus di bawah umur. Parahnya, akibat aksi pencabulan itu, kedua korban kini hamil 7 bulan dan bahkan ada yang su­dah melahirkan anak dari hubungan terlarang ter­sebut.

Pelaku cabul itu diketahui berinisial RA (19) pengangguran dan FA (24) mahasiswa. Dalam menjalankan aksi bejatnya, para pelaku mengining-imingi korban akan dinikahi usai berbuat yang enak-enak. Namun, setelah korban hamil, pelaku malah enggan bertanggung jawab.

“Kasus pertama terjadi pada April dengan korban berinisial AY (17). Sebelumnya, korban diajak tersangka RA jalan dengan sepeda motor. Mereka me­mang menjalin hubungan asmara,” kata Ps Panit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Sumbar, Ipda Rini Anggraini, Jumat (3/12).

Ipda Rini menyebutkan saat  perjalanan dengan se­peda motor itulah, korban malah dibawa ke salah satu ru­mah kosong. Korban se­lan­jutnya dirayu dengan bu­ju­kan akan dinikahi jika kor­ban bersedia melakukan hu­bungan layaknya suami istri.

“Awalnya korban menolak dibawa ke rumah kosong. Tapi, pelaku berusaha memaksa korban masuk ke rumah kosong dan juga disekap mulutnya hingga dijanjikan akan dinikahi. Saat itulah, korban dicabuli oleh pelaku. Akibatnya, kini korban hamil tujuh bulan,” jelasnya.

Sementara untuk kasus kedua, kata Ipda Rini, terjadi pada bulan November dengan korban berinisial JN (16). Tersangka FA bahkan telah melakukan tindakan pencabulan berulang kali terhadap korban. Mirisnya, aksi pencabulan itu dilakukan di rumah korban.

“Tersangka ini masuk ke rumah korban pada dini hari, lalu melakukan pencabulan. Korban saat ini sudah melahirkan, anaknya berumur tiga bulan. Para korban ini bakal di­berikan pendampingan untuk pemulihan paikologisnya,” ujarnya.

Dijelaskan Ipda Rini, penangkapam terhadap kedua pelaku lantaran orang tua korban melapor ke Polda Sumbar. Untuk kedua tersangka kini telah ditahan dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena kedua keluarga korban tidak terima.

“Untuk tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) juncto pa­sal 76D undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pe­merintah pengganti undang-undang nomor 1 ta­hun 2006 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 ten­tang perlindungan anak.­ Kedua tersangka terancam hukuman lima hingga 15 tahun penjara,” pung­kasnya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top