Menu

2 Pelaku Hipnotis Ngaku Petugas Satgas Covid Ditangkap, Pakai Pasta Gigi Beraksi di 23 TKP

  Dibaca : 292 kali
2 Pelaku Hipnotis Ngaku Petugas Satgas Covid Ditangkap, Pakai Pasta Gigi Beraksi di 23 TKP
BERIKAN KETERANGAN—Kapolresta Padang AKBP Imran Amir memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan dua pelaku hipnotis yang mengaku sebagai petugas Satgas Covid-19.

PADANG, METRO
Dua pelaku kejahatan hipnotis dengan modus mengaku-ngaku sebagai anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk mencuri barang berharga korbannya yang sempat beraksi di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah beberapa waktu lalu, akhirnya ditangkap.

Para pelaku yang diketahui bernama Jefrinaldi (46), warga Jalan Rawang Timur VI, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang dan Dian Anggraini (42) warga Jalan Gunung Bromo Wisma Indah, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ditangkap Klewang Satreskrim Polresta Padang pada Selasa (24/11).

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Erlinda Wismai yang kehilangan gelang emasnya lantaran dihipnotis para pelaku di kediamannya Komplek Filano, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

“Korban kehilangan dua buah gelang emasnya seberat 50 gram yang di bawa kabur oleh kedua pelaku yang datang ke rumahnya dan mengaku sebagai anggota Satgas Covid-19,” kata AKBP Imran saat jumpa pers, Kamis (26/11).

Menindaklanjuti laporan itulah, dikatakan AKBP Imran, dilakukan penyelidikan di lapangan dan terungkap kalau salah satu tersangka bernama Jefrinaldi. Tim Klewang selanjutnya melacak keberadaan tersangka Jefrinaldi dan didapatkan informasi kalau tersangka berada di Jalan M Yamin Nomor 1 Padang. Saat itu juga tersangka diamankan dan dimintai keterangan.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka Jefrinaldi mengakui melakukan aksinya bersama rekannya Dian Anggraini. Selanjutnya, Tim Klewang melakukan penangkapan terhadap pelaku Dian Anggraini di Jalan Lubuk Buaya,” jelas AKBP Imran.

AKBP Imran mengatakan, para pelaku melakukan aksinya, Senin (9/11) lalu. Kedua pelaku datang ke rumah korban saat korban duduk di teras rumah. Pelaku yang datang, dari balik pagar mengaku dirinya sebagai petugas Covid-19. Kemudian korban menanyakan apakah dia menjual alat kesehatan, karena dia mengaku sebagai petugas Covid-19 dan mengatakan korban terpilih karena tidak terpapar apa-apa selama ini. Selanjutnya korban mempersilahkan kedua pelaku masuk.

“Kemudian pelaku wanita bernama Dian Anggraini masuk ke dalam rumah korban, sementara pelaku pria menunggu di luar pagar. Di dalam rumah, pelaku meminta korban untuk mandi dan kembali berbicara denga pelaku. Setelah beberapa percakapan, pelaku meminta pasta gigi kepada korban untuk membersihkan tangan, kemudian ke badan korban,” ungkap AKBP Imran.

Dikatakan AKBP Imran, selanjutnya, pelaku meminta korban membersihkan olesan pasta gigi ke kamar mandi. Korban kemudian pergi ke kamar mandi dan melepasakan gelang emas. Saat itulah pelaku pergi dengan membawa gelang emas yang ditinggal korban ke kamar mandi.

“Kembali dari kamar mandi, korban langsung kaget, karena pelaku sudah pergi, dan gelang emas yang ditinggalkannya pun raib. Akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Keduanya akhirnya berhasil kami tangkap berkat penyelidikan anggota dilapangan,”sebutnya.

Ditambahkan oleh AKBP Imran Amir, dua pelaku hipnotis yang ditangkap mengakui telah beraksi di 23 tempat di Kota Padang. Namun baru sembilan korban yang melaporkan kerugiannya. Artinya, masih banyak korban lain yang belum melaporkan kerugiannya.

“Kita minta warga yang belum melapor untuk segera melapor, tentu akan kita tindak lanjuti. Semakin banyak melapor semakin bagus. Selain di Kota Padang, pelaku juga beraksi di Bukittinggi dan Pekanbaru Riau, modusnya cukup terorganisir,” jelasnya.

Gunakan Pasta Gigi untuk Beraksi
Kapolres menuturkan, dalam memuluskan aksinya setelah mengaku petugas Covid-19, pelaku menggunakan odol (pasta gigi). Dari pengakuan pelaku, pasta gigi dikenakan ke korbannya untuk membersihkan diri. Namun di balik itu, pasta gigi tersebut berfungsi untuk memperpanjang waktu mengambil gelang emas korban dan melarikan diri.

“Saat korban diluluri odol, korban lengah saat membuka gelang emasnya. Kemudian pelaku menyuruh korban untuk membersihkan diri ke kamar mandi. Jadi pasta gigi ini kalau dibersihkan akan berbusa, dan butuh waktu untuk membersihkannya,” sambungnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional