Menu

2 Pelaku Ambulans Maut Ditangkap, Mengaku Sering Dipalak Korban

  Dibaca : 920 kali
2 Pelaku Ambulans Maut Ditangkap, Mengaku Sering Dipalak Korban
jumpa pers— Polresta Padang menggelar jumpa pers terkait ditangkapnya dua dari tiga pelaku pembunuhan dengan mobil ambulans, Kamis (13/9).

PADANG, METRO – Dua dari tiga pelaku pembunuhan sadis dengan cara menabrak dua korban menggunakan mobil ambulans di Sawahan Dalam III, Kelurahan Sawahan, Padang Timur, Senin (10/9) lalu, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang.

Kedua pelaku, Alex Kendedes dan Afriadi alias Kamek yang merupakan sopir ambulans swasta yang mangkal di RSUP M Djamil ini dibekuk petugas di Kecamatan Indrapura, Pesisir Selatan, Selasa (11/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun sayangnya, satu pelaku lainnya berinisial C kabur dan sudah ditetapkan daftar pencarian orang (DPO).

Hasil pemeriksaan dua pelaku, terungkap motif pembunuhan sadis itu disebabkan aksi premanisme yang dilakukan kedua korban di RSUP M Djamil. Para pelaku melakukan balas dendam lantaran dua korban acap kali meminta “jatah preman” atau meminta uang kepada para sopir ambulans setiap mendapatkan jasa mengantar jenazah.

Kedua korban yang dikenal sebagai preman di kawasan itu sering menindas para sopir ambulans dan juga sering kali melakukan pemukulan. Sebelum terjadinya pembunuhan itu, antara kedua korban dan ketiga pelaku sempat cekcok lantaran menolak memberikan uang.

Setelah itu, korban melakukan perusakan terhadap mobil ambulans pelaku yang menyebabkan kaca mobil ambulans pecah. Merasa kesal dan tidak terima atas perbuatan korban, ketiga pelaku mengejar kedua korban yang saat itu menggunakan sepeda motor dan kemudian sengaja menabrakkan mobil ambulans ke sepeda motor korban.

Setelah kedua korban terkapar, ketiga pelaku turun dari dalam mobil ambulans. Alex mengambil linggis, sedangkan Afriadi dan berinsial C mengambil kayu di lokasi kejadian. Alat itulah yang digunakan ketiga pelaku memukuli kedua korban hingga meninggal dunia.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, ditangkapnya kedua pelaku ini berkat penyelidikan yang dilakukan Satreskrim. Kemudian didapatkan informasi keberadaan pelaku kabur ke kawasan Indropuro, Pesisir Selatan. Satu orang berhasil kabur.

“Disana kita membekuk dua orang pelaku. Satu pelaku berhasil kabur dengan berlari ke area perkebunan sawit. Otak pelaku Alex Kendedes. C itu masih terus kita buru, dan sudah masuk DPO. Satu tim sudah kita turunkan untuk mengejarnya,” kata Yulmar.

Yulmar menambahkan, keberadaan pelaku berhasil diketahui berkat informasi yang didapatkan dari sopir travel yang mengantarkan ketiga pelaku ke Indorpuro. Terkait pelaku berinsial C yang kabur, diperkirakan masih berada di sekitar Pessel.

“Kita juga meminta kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku, silahkan memberikan informasi kepada kita. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat pelaku bisa ditangkap. Untuk sementara, pelakunya berjumlah tiga orang,” ungkap Yulmar.

Terkait motifnya, Yulmar menjelaskan dari hasil pemeriksaan, terungkap karena adanya aksi premanisme. Kedua korban dikenal sebagai preman dan sering meminta uang kepada sopir ambulans setiap sopir ambulans mendapatkan uang jasa mengantar jenazah.

“Ketiga pelaku merupakan sopir ambulans swasta yang mengkal di RSUP M Djamil. Kedua korban sering meminta uang kepada sopir ambulans. Biasanya Rp50 ribu sampai Rp100 ribu setiap sopir ambulans mendapatkan jasa mengantar jenazah. Istilahnya, jatah preman atau memalak sopir ambulans,” ungkap Yulmar.

Yulmar menuturkan dari hasil pemeriksaan ketiga pelaku ini emosi lantaran kedua korban memukul kaca mobil ambulans hingga pecah. Saat itu juga, ketiga pelaku mengejar kedua korban yang sedang mengendarai seda motor dan saat bertemu, pelaku sengaja menabrakkan ambulans ke sepeda motor korban.

“Selain menabrak korbannya, ketiga pelaku juga sempat menganiaya korban yang sudah terkapar usai ditabrak. Ketiganya menganiaya kedua korban menggunakan benda tumpul seperti linggis dan kayu, hingga kedua korban meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala,” jelas Kombes Pol Yulmar.

Atas kasus itu, Yulmar mengungkapkan pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa oranh saksi, mulai dari warga setempat yang berada di lokasi kejadian dan juga rekaman CCTV yang dipasang di rumah warga. Selain itu, pihaknya juga menyita barang bukti berupa mobil ambulans, sepeda motor korban, satu buah linggis dan dua batang kayu.

“Aksi pembunuhan itu juga menyebabkan kendaraan warga yang sedang terparkir rusak. Pelaku akan dijeratkan pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati maupun hukuman kurungan penjara 20 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Sawahan Dalam III digegerkan dengan ditemukannya dua orang pria pengendara sepeda motor tewas mengenaskan setelah ditabrak dengan sengaja oleh ambulans, Senin (10/9) sekitar pukul 04.00 WIB.

Akibat kejadian itu, korban diketahui beridentitas Taufik Hidayat (32) dan Royal (20) saat ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala dan bagian dadanya. Bahkan, salah satu korban kepalanya pecah. Usai ditemukan, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional