Menu

2 Napi LPKA Tanjung Pati Remisi Bebas 

  Dibaca : 73 kali
2 Napi LPKA Tanjung Pati Remisi Bebas 
SERAHKAN REMISI— Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi saat menyerahkan remisi kepada napi di LPKA Tanjung Pati, Sabtu (17/8).  (ramadalius/posmetro)

LIMAPULUH KOTA, METRO – Sebanyak, 58 narapidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati dan 169 orang napi Lapas Kelas 2 B Payakumbuh terima remisi HUT Kemerdekaan RI ke-74.

Untik napi Lapas Khusus Anak Tanjung Pati, mereka pada umumnya mendapat remisi antara satu sampai enam bulan. Dua diantaranya langsung bebas.  Remisi ini diserahkan Bupati Limapuluh Kota,  Irfendi Arbi didampingi Kepala LPKA Tanjung Pati, Tapianus A. Barus di Aula PKA, Tanjung Pati, Koto Tuo,  Kecamatan Harau.

“Dari 73 warga binaan yang diusulkan untuk menerima remisi pada HUT Kemerdekaan, 58 orang diantaranya telah kita terima SK dari Kementerian Hukum dan HAM. SK tersebut turun tiga tahap sejak tiga hari lalu. Sementara untuk sisanya diperkirakan juga akan segera turun SK Remisinya,” ujar Kepala LPKA, Tapianus A. Barus didampingi Kasi Registrasi dan Klasifikasi, Agusman didampingi Kasubsi Registrasi, Herman, Kasi Pengawasan, Darisman Serta Kasi Pembinaan, Masri Fabrar kepada wartawan, Sabtu (17/8).

Agusman juga menambahkan, dari 58 orang warga binaan yang telah menerima SK Remisi itu, 41 orang diantarannya wanita. “Iya, dari 58 orang yang telah disetujui untuk menerima remisi memang 41 orang diantarannya warga binaan perempuan. Sementara untuk yang lainnya yang belum keluar SK remisinya dalam waktu dekat ini mungkin akan segera turun,” tambahnya.

Sementara itu,  Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia mengatakan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi; Warga Binaan Pemasyarakatan akan diberikan Remisi (pengurangan pidana).

“Remisi diberikan bagi narapidana dan anak yang untuk sementara harus menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak maupun Rumah Tahanan Negara,” ujarnya.

Dia juga berpesan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan agar menjadikan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait pemasyarakatan.

Dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari, meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas dengan penuh integritas, bekerja profesional dan tulus  terus berupaya untuk menjadikan lapas dan rutan tetap dalam suasana kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM pada Hukum pada umumnya.

“Kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan. Jadilah insan yang taat hukum,  berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” tutupnya.

169 Napi Lapas Kelas II Payakumbuh dapat Remisi

Sebanyak 169 narapidana penerima RU tersebut berdasarkan SK Kemenkum HAM melalui Dirjen Pemasyarajatan Nomor PAS-984.PK.01.01.02 Tahun 2019 tertanggal 17 Agustus 2019 tentang pemberian Remisi Umum (RU) sebagaimana diatur pada Pasal 34 PP Nomor 99 Tahun 2012 dan beberapa SK susulan terkait RU.

Dalam laporannya, Kalapas Kelas IIB Era Wiharto menyebutkan kondisi over capacity Lapas Kelas IIB Payakumbuh dipandang perlu perhatian pemerintah pusat dan daerah. Karena Lapas itu sudah memuat 288 orang (67 tahanan dan 221 narapidana).

“Dari jumlah tersebut didominasi kasus narkotika. Narapidana narkotika 124 orang, tahanan kasus narkotika 33 orang, narapidana krimum 97 orang dan tahanan krimum 34 orang,” terangnya.

Dikatakan Era Wiharto, bahwa remisi umum HUT RI Ke 74 tahun 2019 yang didapatkan 167 orang tersebut terdiri dari 165 orang dilanjutkan 2 orang setelahnya.

“Besaran RU Tahap I adalah, 48 orang RU 1 bulan, 32 orang RU 2 bulan, 49 orang RU 3 bulan, 24 orang RU 4 bulan, 11 orang RU 5 bulan dan 1 orang RU 6 bulan. Sedang RU tahap II (denda atau kurungan) adalah 1 orang RU 4 bulan dan 1 orang RU 5 bulan. Keduanya terlilit kasus narkotika,” paparnya.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda membacakan sambutan Menkum HAM, Yosanna H. Laoly dan menyerahkan RU secara simbolis kepada 2 perwakilan narapidana yang memakai pakaian adat Minangkabau, Walikota Payakumbuh yang didampingi Kalapas Era Wiharto menyampaikan selamat. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional