Menu

2 Mantan Pejabat Tersangka Korupsi

  Dibaca : 823 kali
2 Mantan Pejabat Tersangka Korupsi
Periksa— Kasat Reskrim Anton Luther mengecek pemeriksaan tersangka ML yang terjerat kasus korupsi proyek pembangunan rumah transmigrasi anggaran tahun 2013.

LIMAPULUH KOTA, METRO – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Limapuluh Kota, menetapkan dua orang pejabat yang bertugas di lingkungan pemkab Limapuluh Kota sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan rumah transmigrasi tahun 2013 yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp900 juta.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Anton Lutter mengatakan, kedua oknum ASN Pemkab Limapuluh Kota yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut adalah ML dan AZ setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap banyak saksi dan melakukan gelar perkara.

“Memang benar, setelah melakukan penyelidikan dan kita tingkatkan ke penyidikan. Kasus itu kemudian mengerucut hingga akhirnya kita menetapkan dua orang tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan rumah transmigrasi di Jorong Koto Tongah, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun anggaran 2013 lalu,” ujar Kasatreskrim AKP Anton Lutter.

Menurut AKP Anton Lutter, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), negara telah dirugikan sebesar Rp900 juta. Kedua oknum ASN Pemkab Limapuluh Kota yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut terkait langsung dalam pengelolaan pembangunan rumah transmigrasi senilai Rp 3,7 milliar.

“Proyek itu dikelola oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Limapuluh Kota. Saat itu tersangka ML yang sedang menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota, Rabu (29/1) adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ungkap AKP Anton Lutter.

Sedangkan AZ yang dijawadwalkan akan diperiksa, Kamis (30/1) ini dalam kapasitas sebagai tersangka saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Limapuluh Kota sekaligus sebagai Pejabat Pengguna Anggaran (PPA) terkait proyek pembangunan rumah transmigrasi tersebut.

Ketika ditanya, apakah penyidik akan berhenti sampai pada dua tersangka ML dan AZ, AKP Anton Lutter mengakui jumlah tersangka bisa saja bertambah tergantung hasil pengembangan nantinya. “Jumlah tersangka tertambah, itu tergantung nantinya dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepada kedua tersangka ML dan AZ,” pungkas AKP Anton Lutter kepada wartawan. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional