Close

2 Hari Hilang, Pencari Lokan Ditemukan Tewas Mengambang di aliran Sungai Batang Masang Pasaman Barat

PASBAR, METRO–Dua hari tak kunjung pulang ke rumahnya, seorang pria yang bekerja sebagai pencari lokan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa mengam­bang di aliran Sungai Batang Masang Pasaman Barat (Pasbar). Penemuan mayat itupun sontak meng­gegerkan warga setempat.

Usai ditemukan, jasad korban bernama Masriadi (37) ini kemudian diangkat ke atas perahu lalu dibawa ke pinggir sungai. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan pemerik­saan luar dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dike­bu­mikan.

Kapolsek Kinali, AKP Defrizal mengatakan, penemuan jasad warga Jorong IV Koto, Kinali itu berawal dari dua orang saksi yang khawatir dengan kondisi korban yang tak kunjung pulang usai pamit mencari lokan atau kerang ke Batang Kinali.

“Dua saksi yang menemukan korban merupakan rekan korban atas nama Ismail dan Ali khawatir dengan kondisi korban. Pasalnya, pada Sabtu (22/10) korban meninggalkan rumah dan mengatakan hendak ke Batang Kinali untuk mencari lokan,” ungkap AKP Defrizal, Senin (24/10).

Usai dua hari tak kunjung pulang, dikatakan AKP Defrizal, kedua saksi me­lakukan pencarian di sepanjang aliran sungai Batang Kinali menggunakan pe­rahu yang disewa dari ma­syarakat sekitar.

“Alhasil, keduanya menemukan sesosok jasad yang mengapung di aliran sungai Batang Masang, Minggu (23/10) sekitar pu­kul 16.00 WIB. Setelah didekati kedua saksi, ternyata jasad itu merupakan korban yang bernama Masriadi,” ujar AKP

Ditambahkan AKP Defrizal, kemudian keduanya langsung membawa mayat rekannya itu ke pinggiran Batang Masang dan memberitahukan penemuan ini kepada masya­rakat dan Bhabinkamtibmas hingga diteruskan ke Polsek Kiniali.

“Kami langsung ke lokasi bersama petugas medis Puskesmas IV Koto untuk mengevakuasi korban. Di Puskesmas, dilakukan pemeriksaan luar pada jasad korban,” jelasnya.

AKP Defrizal menuturkan, pemeriksaan luar terhadap jasad korban dilakukan oleh dokter di Puskesmas IV Koto disaksikan oleh pihak keluarga. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi yang disertai dengan surat pernyataan.

“Setelah selesai, korban dibawa ke kediamannya untuk dimakamkan,” pungkasnya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top