Menu

2 Hari Hilang, 8 Penumpang Boat Ditemukan Selamat

  Dibaca : 1054 kali
2 Hari Hilang, 8 Penumpang Boat Ditemukan Selamat
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)
Kapal tenggelam

ilustrasi

PADANG, METRO–Setelah dilakukan pencarian, akhirnya delapan orang awak long boat yang diketahui hilang Sabtu kemarin ditemukan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Elisa Siriparang, Senin (14/9) mengatakan, delapan orang guru menumpang long boat dari Tuapeijat menuju kecamatan Siberut Selatan dinyatakan selamat setelah sempat dihadang badai seusai berangkat Sabtu (12/9/) sekitar pukul 07.00 WIB.

”Operator long boat itu mematikan mesin kapal untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), saat diombang-ambing gelombang besar yang menghadang perjalanan mereka. Hingga akhirnya mereka terdampar ke Pulau Niau, sebuah pulau terluar di kawasan pantai Barat Mentawai,” ungkap Elisa Siriparang saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.

Selama dua hari mereka bertahan di pulau itu, mereka tidak dapat berkirim kabar karena perangkat komunikasi yang ada (telepon seluler) tidak berfungsi (sinyal tak ada-red). Pesawat radio juga tidak tersedia di kapal yang digunakan untuk transportasi antarpulau di Mentawai itu. Rombongan ini tengah dalam perjalanan menuju Desa Sagulubbek, Kecamatan Siberut Selatan dari Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara.

Para penumpang ini merupakan guru kontrak yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Tuapeijat, ibu kota kabupaten Mentawai. “Sekitar pukul 10.15 WIB tadi pagi, long boat itu sudah sampai sampai di tempat tujuan. Ke delapan penumpang tersebut selamat dari amukan badai. Tidak ada korban jiwa. Kita apresiasi operator long boat yang bisa berpikir taktis menghadapi ancaman di perjalanan,” terangnya.

Sementara, Dansatkamla Lantamal II Padang, Mayor Laut Dhoni Putra melalui Pasi Ops, Kapten Laut Dienul Putra membenarkan tentang temuan tersebut. Kapal dan para korban ditemukan dalam kondisi selamat di pantai barat Sagulubbek. Kapal BPBD beserta seorang Poskamla Simaubuk sebelumnya sempat melakukan penyisiran pinggir pantai Pei-Pei.

”Ini info dari salah satu adik korban. Tapi, info terakhir dari pak Camat, salah satu guru dari Sagulubbek itu komunikasi dengan keluarganya memakai radio,” tukas Dienul.

Sebelumnya, berangkat menggunakan long boat dari Tuapeijat tujuan Siberut Barat Daya, delapan orang warga Desa Sagulubbek, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai dinyatakan hilang di perairan Selat Bunga Laut atau antara Pulau Sipora dan Siberut, Sabtu (13/8). Hingga berita ini diturunkan, kedelapan korban belum berhasil ditemukan.

Dari delapan korban yang hilang, lima orang diantaranya diketahui berprofesi sebagai Kepala Sekolah dan guru sekolah di Sagulubbeg dan Matotonan. Para guru yang turut menjadi korban merupakan guru honorer atau kontrak dan sebelum dinyatakan hilang, korban mengikuti pelatihan di Tuapeijat, ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selain berpenumpang guru, long boat tersebut juga ditumpangi oleh satu personel Damkar Mentawai dan dua orang warga sipil. 8 korban tersebut yakni, Kepsek SD 08 Sagalubbek yang juga sebagai operator boat kayu, Aurelius, kemudian Ertonius dan Carolina (guru SD 08 Sagalubbek), Henderika Susanna (guru SD Matotonan), Laurensius Dali (Dinas Damkar Mentawai), Ersa (masyarakat) dan seorang warga sipil yang belum diketahui namanya. (age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional