Close

2 Hari Diguyur Hujan, Sejumlah Daerah di Sumbar Dilanda Banjir dan Longsor

BANJIR dan Longsor— Longsor terjadi di Sitinjau Lauik Padang-Solok. Sementara kondisi Komplek Jondul Rawang Padang menjadi langganan digenangi air, Rabu (29/9).

PADANG, METRO–Hujan deras yang melanda beberapa kabupaten kota di Pro­vinsi Sumatera Barat (Sumbar) sejak Selasa (28/9) berdampak terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Erman Rahman mengung­kapkan, berdasarkan lapo­ran yang diterimanya, di Kota Solok, terjadi banjir di Biruhun Kelurahan Sim­pang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah, Rabu dini hari (29/9) pukul 2.30 WIB.

Banjir terjadi akibat peningkatan air dari hulu serta hujan yang mengguyur Kota Solok dan daerah tetangga. Banjir  juga berdampak terendamnya perumahan warga.

Di Kecamatn Lubuk Si­karah di Kelurahan Simpang Rumbio RT 1 RW 5, dengan warga yang terdampak sebanyak 99 KK dengan jumlah warga men­capai 127 jiwa

Di Kecamatan Tanjung Harapan Kelurahan Pasar Pandan Airmati PPA RT 3 RW 5 warga yang terdampak sebanyak 10 KK dengan jumlah warga mencapai  36 jiwa dan satu balita. “Sehingga total yang terdampak banjir di Kota Solok mencapai 99 KK, 163 jiwa  dan satu balita,” ungkap Erman Rahman, Rabu (29/9).

Tindak lanjut dari penanganan banjir tersebut, saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Solok membantu warga mengevakuasi daerah pemukiman warga serta menyerahkan bantuan logistik

“Kondisi terkini banjir telah surut di beberapa titik. Kebutuhan mendesak saat ini paket makanan siap saji,” ungkap Erman Rahman

Di Kabupaten Pasaman, tepatnya di Jorong Sei Beremas Nagari Cubadak Barat Kecamatan Duo Koto, akibat curah hujan yang tinggi dan angin kencang, Selasa (28/9) pu­kul 16.30 WIB, menyebabkan meluapnya air.

Selain itu juga terdapat pohon tumbang menimpa jembatan sehingga ambruk dan terbawa arus sungai. Kondisi ini mengakibatkan jembatan penghubung antara Muaro Tambangan,  Koto Tangah dan Sigalabur terputus.

“Tidak ada akses. Ku­rang lebih 600 KK mengalami kesulitan akses.Saat ini TRC BPBD Kabupaten Pa­sa­man melakukan pembersihan material kayu dibantu masyarakat,” ungkapnya.

Di Kabupaten Solok pada Jorong Pila, Nagari Guguak Sarai, Kecamatan X Koto Sei Lasi, telah terjadi longsor di perumahan warga yang dihuni Darlis, akibat intensitas hujan yang tinggi Selasa (28/9) pukul 21.30 WIB.

“Kerugian material korban kurang lebih Rp50 juta. Saat ini TRC BPBD Kabupaten Solok melakukan pemantauan dan pengambilan data serta membantu warga mengevakuasi daerah pemukiman warga yang terdampak bencana,” terangnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun rumah milik Syafrido (32) mengalami rusak berat dengan kondisi dinding bagian belakang jebol akibat dihantam tanah long­sor.

Kapolsek Sei Lasi AKP Nafris mengatakan, dalam peristiwa longsor yang terjadi di Nagari Guguak Sarai membuat akses jalan tertutup tanah. Akibatnya ruas jalan di lokasi kejadian tidak dapat dilewati kendaraan.

“Namun Rabu (29/9) siang warga bersama petugas melakukan pembersihan ruas jalan yang tertimbun longsor. Untuk saat ini akses jalan telah dapat kembali dilewati kendaraan,” ujarnya.

Sementara, di Kota Pa­dang banjir melanda kawasan Komplek Jondul Ra­wang, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Rabu (29/9). Hujan yang menguyur kawasan itu sejak jam 13.30 WIB hingga saat ini.

Kawasan Komplek Jondul Rawang memang dikenal langganan banjir, Hari itu terlihat genangan air banjir sudah memenuhi jalanan di sekitaran Komplek Jondul Rawang

Salah seorang warga, Ema (46) mengatakan, perlu perhatian pemerintah untuk Komplek Jondul Ra­wang ini, karena jika hujan lebat saja sudah naik ge­nangan banjir di jalan.

Ia berharap sekali perhatian pemerintah terutama perbaikan drainase menyeluruh, meskipun sebelumnya sudah ada perbaikan drainase itu masih belum mampu mencarikan solusi.

“Karena jika hujan saja sudah naik genangan banjir dijalan.Itu baru di jalan yang lebih kurang semeter, tapi jika hujan tak berhenti bisa masuk ke rumah warga. Kita mesti berjibaku menggangkat perabotan. Kami mengharapkan perhatian pemerintah berupa perbaikan drainase me­nyeluruh,” ungkapnya.

Warga lainnya, Boby mengatakan, air terge­nang akibat hujan deras yang mengguyur pada Ra­bu siang. Peristiwa seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi, jika hujan turun lebih dari satu jam. “Hujan sejak pukul 13.30 WIB tadi, banjir sudah memenuhi jalanan di sekitaran Komplek Jondul,” katanya.

Boby menambahkan, genangan air di jalan tersebut dimanfaatkan anak-anak memanfaatkan untuk berenang dan bermain. “Seperti arena wisata, anak-anak selalu bermain ketika banjir datang. Banjir di sini memang sudah langganan,” kata dia.

Sementara berdasarkan pantauan PUSDALOPS PB dan informasi dari jajaran BPBD serta Insan kebencanaan di Kota Pa­dang secara visual, kondisi cuaca sebagian besar wilayah Kota Padang ma­sih terpantau hujan dengan intensitas sedang disertai angin.

Informasi yang diperoleh, terjadi longsor di Jalan lintas Padang-solok, Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan Rabu sore. Mes­kipun sempat mengganggu akses lalu lintas, namun tim TRC BPBD kota Padang bergerak cepat membersihkan material longsor agar tidak mengularnya antrian kendaraan yang datang dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya.

Genangan air terjadi di Perumahan Jundul Rawang, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan dengan ketinggian air 70 cm  Jalan Perdana, de­pan TVRI, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah dengan ketinggian air 30 cm. Serta beberapa ruas jalan lainnya di Kota Padang yang digenangi air.

Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di RT02 RW02 Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau (dekat SD Tirtonadi), dan Jalan By Pass, Simpang RSUD dr. Rasidin Padang. Informasi lain-lain, tinggi muka air sungai Batang Kuranji saat ini 165 cm, dengan warna air kecoklatan dengan status normal level 2. (fan/rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top