Menu

2 Bocah jadi Korban Pelecehan Seksual

  Dibaca : 187 kali
2 Bocah jadi Korban Pelecehan Seksual
2 Bocah jadi Korban Pelecehan Seksual

MENTAWAI, METRO
Diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua bocah perempuan yang masih berstatus sekolah dasar (SD), seorang pria beristri diamankan jajaran Polsek Sikabaluan di Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (8/11).

Sebelum diadukan ke Polisi, pelaku berinisial CM (36) sempat berusaha membujuk keluarga korban dan kepala desa untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. Namun, keluarga korban dan pemerintah dusun menolak.

Penolakan itu lantaran keluarga tak terima atas perbuatan pelaku, terlebih korbannya sudah dua anak. Bahkan, satu anak lagi yang masih berusia lima tahun, juga nyaris menjadi korban dan pelaku sudah berniat untuk melakukan pelecehan kepada anak tersebut. Tetapi, perbuatan pelecehan seksual belum sempat dilakukan pelaku.

JS, salah satu orang tua korban bercerita, terungkapnya kasus pelecehan seksual atau perbuatan cabul ini berawal saat anaknya tersebut bermain-dengan temannya. Anaknya tiba-tiba diolok oleh temannya kalau dilecehkan oleh pelaku CM. Tanpa disengaja, ia pun mendengar olokan tersebut.

“Saat mereka bermain-main ada temannya yang mengolok-olok kalau dia dilecehkan. Makanya kami panggil dan tanya pada anak saya. Anak saya pun mengaku kalau sudah dilecehkan oleh pelaku CM. Terungkapnya Kamis (5/11). Saya langsung melapor ke Kepala Desa Sigapokna dan baru kemarin bisa melaporkan ke Polisi karena kondisi daerah yang jauh,” kata JS, Senin (9/11).

Ditambahkan JS, setelah ditanyakan sama anaknya ternyata, seorang bocah lainnya, yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) nyaris jadi korban perbuatan tak senonoh.

“Pelaku ini sudah melakukan hal tak senonoh kepada dua korban yang masih duduk dibangku SD yaitu anak saya dan satu lagi sebaya dengan anak saya. Sementara pada korban yang masih TK belum sempat dilakukannya. Tapi sudah berniat,” kata JS.

JS menuturkan, ketika kasus itu terungkap, pelaku CM berusaha membujuk dirinya dan pemerintahan desa untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun, permintaan CM ditolak mentah-mentah, karena perbuatan pelaku harus diproses hokum.

“Kami menolak diselesaikan secara damai karena ini kasus pelecehan seksual apalagi mereka di bawah umur. Dampaknya sangat besar terhadap anak saya akibat perbuatan pelaku. Kita tidak terima jalur-jalur damai. Diselesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.

Kepala Seksi Humas Polsek Sikabaluan, Bripka Baltasar mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban, Unit Reskrim langsung turun ke lokasi untuk mencari dan menjemput terduga pelaku pada Minggu malam (8/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Tidak ada perlawanan saat melakukan penangkapan. Pelaku sudah kita amankan dan akan kita lakukan pengembangan di Polsek. Pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap adanya dugaan korban lain,” pungkasnya. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional