Close

2.085 Keluarga Terima BST Covid-19 di Bukittinggi

SALURKAN BST— Pemko Bukittinggi melalui SKPD terkait menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat yang terdampak penerapan PPKM.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi kembali mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial. BST diserahkan secara simbolis Wali Kota Bukittinggi didampingi Kadis Sosial, Camat, Kakan Pos serta relawan sosial di Kantor Pos Bukittinggi, Selasa (27/7).

Kadis Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, bersama Kakan Pos Bu­kit­tinggi, Laksmina Murni men­jelaskan, Bantuan Sosial tunai (BST) dampak Covid-19 kali ini, merupakan bantuan untuk tahap XIII dan XIV Kemensos 2021. Total penerima BST di Bukittinggi sebanyak 2.085 Keluarga Pene­rima Manfaat (KPM), dengan jumlah bantuan Rp 300 ribu per tahap per KPM.

Ada 2085 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bukittinggi. Pada Kecamatan ABTB terdapat 387 KPM, pada Kecamatan Gu­guak­panjang 920 KPM dan Ke­camatan MKS sebanyak 778 KPM. Untuk penyerahan kali ini lang­sung menerima dua bulan, berarti Rp 600 ribu per KPM,” jelas Linda.

Untuk mengurangi keru­mu­nan, waktu penyerahan Bansos inipun dibagi per kecamatan. Penyerahan BST untuk warga Kecamatan MKS, dilakukan Sela­sa (27/7), penyerahan BST untuk warga Guguakpanjang, dilaksa­nakan Rabu (28/7) dan Kamis (29/7). Sedangkan penyerahan untuk warga MKS, dilaksanakan Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7).

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan, bantuan sosial tunai dari pemerintah pusat ini kembali diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Awalnya, bantuan ini sudah di­hen­tikan 2 bulan lalu, namun karena perjuangan anggota DPR RI kepada pemerintah pusat, akhirnya bantuan ini dapat kem­bali diluncurkan.

Pada masa pandemi Covid masih berdampak buruk terha­dap ekonomi masyarakat kecil . Untuk itu, saat ini bantuan sosial kembali diserahkan. Bantuan Rp600.000 ini, nanti gunakanlah untuk kebutuhan dasar. Jangan belikan untuk barang barang yang tidak terlalu perlu,” ujar Erman.

Wako berpesan, agar masya­rakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan (Prokes). “Mungkin ada kebosanan dengan kebiasaan ini, tapi dengan upaya inilah kita bisa menekan penye­baran covid-19, agar terlepas dari pandemi dan pembatasan ke­giatan,” ujar Erman. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top