Menu

164 KPM-PKH sudah Tergraduasi, 2021 Pemko Solok Targetkan 10,3 Persen KPM Graduasi

  Dibaca : 377 kali
164 KPM-PKH sudah Tergraduasi, 2021 Pemko Solok Targetkan 10,3 Persen KPM Graduasi
BERDIALOG DENGAN PEDAGANG— Wali Kota Solok Zul Elfian berdialog dengan sejumlah pedagang pasar didampingi pejabat OPD, beberapa waktu lalu. Di tengah masa pandemi virus Corona, pedagang dan warga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

SOLOK, METRO
Sepanjang tahun 2020, tercatat 164 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kota Solok. Angka tersebut yang telah graduasi (keluarga dari kepesertaan).

”Alhamdulillah KPM yang graduasi di Kota Solok bisa mencapai 10,3 persen atau melebihi target nasional yakni 10 persen,” ujar Koordinator PKH Kota Solok, Harlina Oktia.

KPM yang graduasi tersebut lanjutnya meningkat dari tahun 2019 yang hanya sebanyak 72 KPM. Peningkatan tersebut terjadi karena sepanjang 2020 KPM sudah mulai paham dengan program PKH tersebut. Hingga Desember 2020, total penerima di Kota Solok sebanyak 1626 KPM.

Rata-rata KPM yang sudah graduasi tersebut telah menjadi peserta PKH selama kurang lebih 5 tahun, dengan menjalani program untuk meningkatkan taraf hidup. Selama itu, pihak tim PKH terus memberikan pelatihan kepada KPM untuk memanajemen bantuan agar manfaatnya terasa.

”Rata-rata yang graduasi tahun ini, telah menjadi anggota selama  5 tahun, tapi ada juga yang hanya 2 tahun, bahkan ada yang sudah graduasi setelah hanya beberapa bulan saja menjadi peserta,” ungkapnya.

Dari 164 KPM graduasi tersebut, menjalani 2 jenis graduasi yakni graduasi mandiri dan graduasi alamiah. Graduasi mandiri merupakan KPM yang mengundurkan diri secara sukarela dari penerima bantuan PKH, khusus di Kota Solok biasanya KPM telah memiliki usaha berkelanjutan.

Kemudian, untuk graduasi alamiah yakni  KPM yang sudah tidak mempunyai lagi unsur penerima, sepertibtang biasanya menerima karena ada anaknya yang sekolah, dan anak-anaknya sudah selesai sekolah, maka Ia tidak masuk lagi dalam daftar KPM.

”Khusus di Kota Solok rata-rata graduasi mandiri, karena kami juga memprioritaskan KPM yang sudah memiliki usaha untuk memperkuat usahanya dan berkelanjutan, sehingga taraf hidup meningkat dan secara mandiri mengundurkan diri sebagai penerima,” tambahnya.

Soal penambahan jumlah penerima, tahun 2020 ini hanya ada 11 penambahan. Menurutnya kurangnya jumlah penambahan KPM, merupakan kuota dari kementrian sosial, pihaknya hanya berwenang dalam mengklarifikasi dan data, dan kemudian kuota ditentukan kementrian.

Tahun 2021 nanti pihaknya menaikkan target graduasi yakni sebanyak 30 persen, sesuai target nasional. Menurutnya, tahun depan harus ada minimal 460 KPM yang di graduasi agar bisa mencapai target tersebut.

”Yang jelas dalam mencapai target tersebut kami akan memastikan, penyaluran bantuan KPM agar memenuhi 5T, yakni tepat sasaran, waktu, jumlah, manfaat dan administrasi,” katanya.

Untuk diketahui progam kewirausahaan sosial ini dalam pelaksanaannya, didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Pendamping juga akan dibekali pelatihan sehingga berkompeten untuk mengarahkan KPM PKH Graduasi menjadi lebih sejahtera.

PKH merupakan program nasional penurunan kemiskinan harus dapat mewujudkan target yang telah dicanangkan Presiden. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional