Menu

1,5 Tahun, Batang Arau Bebas Sampah

  Dibaca : 197 kali
1,5 Tahun, Batang Arau Bebas Sampah
BERSANDAR— Kapal-kapal nelayan terlihat bersandar di pinggir Batang Arau. DKP Sumbar menargetkan dalam 1,5 tahun, Batang Arau akan terbebas dari sampah.

JATI, METRO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar bergerak cepat menangani persoalan sampah di Batang Arau. Bahkan DKP Sumbar menargetkan dalam 1,5 tahun, Batang Arau akan terbebas dari sampah.

”Target yang ditetapkan DKP Sumbar yaitu 1,5 tahun ini, kita membersihkan Batang Arau,” kata Kepala DKP Sumbar, Yosmeri, Senin (28/1).

Yosmeri mengatakan, kondisi Batang Arau sendiri saat ini memang masih tercemar sampah. Hal inilah yang kemudian menggerakkan DKP Sumbar untuk membersihkan Batang Arau. Selain membersihkan sampah dari Batang Arau, DKP Sumbar dan elemen masyarakat lainnya, akan mengedukasi masyarakat.

”Dengan cara itulah, diharapkan bisa membuat masyarakat sekitar sadar dan tidak lagi membuang sampah ke sungai,” kata Yosmeri.

Penanganan soal Batang Arau, ungkap Yosmeri, bukan sebatas wacana. Bahkan saat ini pihaknya telah diterjunkan untuk peninjauan. Langkah awal dilakukan dengan membereskan hulu sungai. Yakni, jembatan Seberang Padang sampai Jembatan Siti Nurbaya dengan target 3,5 kilometer pada Maret 2019 ini.

“Sampah, terutama sampah plastik sangat berpengaruh kepada biota laut. Sampah plastik bisa membunuh karang dan kepunahan ikan. Kalau dibiarkan ini semua akan punah,” lanjut Yosmeri.

Yosmeri optimis, dalam waktu 1,5 tahun aliran sungai Batang Arau bersih. Dia juga menjelaskan, sampah plastik yang sampai ke laut kebanyakan berasal dari aliran sungai, salah satunya Batang Arau. Sampah berasal dari pembuangan masyarakat sehingga terlalu banyak menumpuk di sepanjang sungai.

“Karena kapasitas sampah banyak, kami melibatkan lapisan masyarakat, ASN, mahasiswa, pelajar, TNI, Polri BUMN, LSM dan pihak terkait lain yang peduli dengan kebersihan sungai dan pantai,” sambung Yosmeri.

Selain upaya membersihkan, tambah Yosmeri, pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama yang tinggal pinggir sungai, agar mereka tidak membuang sampah ke sungai. Menurut dia, budaya buang sampah sembarangan dari masyarakat harus dirubah.

”Seberapa sering dan banyak pun bersih-bersih dilakukan tanpa ada edukasi tidak akan membuahkan hasil. Makanya kami lakukan sejalan, bersih-bersih dan edukasi. Kalau tidak begitu, kita bersih-bersih yang lain buang lagi ke sungai sama juga tidak,” tambah Yosmeri.

Di sisi lain, Yosmeri juga menjelaskan, laut adalah sumber kehidupan bagi semua masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat pesisir saja. Mencemari laut sama saja dengan merusak masa depan masyarakat. Jika kepedulian terhadap kebersihan laut tidak ditegakkan maka pada 2050 mendatang, generasi pelaut akan lebih banyak mendapatkan plastik dari pada ikan di lautan.

”Ini kita carikan solusi dari sekarang, apalagi Batang Arau akan menjadi pelabuhan Marina dan menjadi objek wisata baru di Kota Padang. Untuk itu kami berharap dukungan dari berbagai kalangan dalam menjaga sungai dan laut,” pungkas Yosmeri. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional