Close

15 Peburu Incar Hama Pengganggu Tanaman di Kecamatan Koto Tangah

BERBURU HEWAN— Belasan orang peburu berburu hama pengganggu tanaman, di dua kelurahan, yakni kelurahan Balai Gadang dan Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (13/10).

BALAI GADANG, METRO–Hama pengganggu tanaman kini sedang diburu. Dinas Pertanian Kota Pa­dang mengerahkan 15 orang peburu untuk mengincar hama pengganggu tanaman tersebut. Pencarian ini dipusatkan di dua kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, Rabu (13/10).

Hama yang tengah di­buru yakni tupai, babi, serta kera. Hama tersebut sudah meresahkan warga di dua kelurahan, yakni kelurahan Balai Gadang dan Kelurahan Lubuk Minturun. Bahkan beberapa ha­ma pengganggu itu sempat memasuki panti asuhan di daerah tersebut.

“Iya, hari ini kita me­ngerahkan 15 orang peburu yang akan mencari ha­ma tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat, Rabu (13/10).

Dikatakan Syahrial Kamat, 15 peburu itu dibagi ke dalam tiga kelompok. Me­reka mencari tupai, kera dan babi di dua kelurahan. Peburu akan mendapatkan poin sesuai jenis hewan yang berhasil ditangkap. “Siapa yang terbanyak akan mendapat hadiah,” sebutnya.

Dinas Pertanian menetapkan poin tiap hewan yang berhasil ditangkap. Bagi yang mampu me­nang­kap babi akan diberi 5 poin. Tupai sebanyak satu poin.

“Sedangkan kera atau monyet hanya dibolehkan ditembak kakinya saja. Karena kita tidak ingin membasmi kera. Tujuan ditembak kakinya agar menjauh dari pemukiman warga. Satu kera yang berhasil ditembak kakinya akan mendapat poin lima,” jelas Syahrial Kamat.

Hadiah bagi peburu terbilang cukup menggiurkan. Pemenang utama mendapat uang tunai sebesar Rp5 juta. Juara kedua Rp2,5 juta. Sedangkan juara ketiga mendapat uang tunai sebesar Rp1 juta.

Diakui Syahrial Kamat, warga di dua lokasi kelura­han itu sering mengeluh akhir-akhir ini. Hama pengganggu tan aman sangat meresahkan, merusak tanaman warga. Bahkan ada yang masuk ke dalam rumah.

“Berdasarkan laporan pengurus Panti Asuhan Aisyiyah, kita langsung turun tangan. Menyerahkan kepada kami bagaimana cara menghalau dan membasmi hama pengganggu ter­se­but,” ungkap Syahrial Kamat.

Berburu hewan pengganggu tanaman berakhir pada pukul 12.00 WIB. Seluruh peburu dijamu makan siang bersama penghuni panti.

Dalam kesempatan itu Dinas Pertanian Kota Pa­dang juga menyerahkan bantuan berupa meja tenis meja kepada pengurus Panti Asuhan Aisyiyah. “Satu set meja tenis meja ini semoga akan menjadi penyemangat bagi penghuni panti untuk berolahraga,” pungkasnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top